Indragiri Hulu (Kemenag) - Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, Senin (06/10/25), memberikan pembinaan strategis kepada seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu di kantor setempat. Kegiatan ini juga dihadiri Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Rahmat Suhadi, serta Kepala Kantor Kemenag Kab. Inhu, Darwison. Tujuan utama pembinaan adalah untuk mengingatkan kembali pentingnya implementasi Asta Protas Kementerian Agama demi meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembinaan ini bukan sekadar
formalitas, tetapi untuk memastikan setiap pegawai memahami perannya dalam
mewujudkan layanan keagamaan yang berdampak, pendidikan unggul, serta
pemberdayaan ekonomi umat,” kata Muliardi.
Dalam laporannya, Darwison
menyebutkan bahwa Kementerian Agama Kab. Indragiri Hulu memiliki 356 pegawai
yang tersebar di 14 kecamatan. Ia menekankan perlunya kerja sinergis agar
seluruh program Asta Protas dapat dijalankan secara optimal dan memberi manfaat
nyata bagi masyarakat. Asta Protas meliputi delapan fokus utama, antara lain
meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan
keagamaan berdampak, pendidikan unggul yang ramah dan terintegrasi,
pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, keberhasilan penyelenggaraan
ibadah haji, serta digitalisasi tata kelola.
Para pegawai diingatkan bahwa
setiap program bukan hanya menjadi target internal kantor, tetapi harus
menghasilkan dampak nyata bagi warga Kabupaten Indragiri Hulu. Misalnya,
digitalisasi tata kelola diharapkan mempercepat proses administrasi keagamaan sehingga
masyarakat mendapatkan layanan lebih cepat dan transparan. Pemberdayaan
pesantren dan ekonomi umat diyakini akan membuka peluang peningkatan
kesejahteraan masyarakat, sementara pendidikan unggul yang ramah akan
menyiapkan generasi muda berdaya saing.
Muliardi menegaskan,
“Jika
masyarakat merasa terlayani dengan baik, pendidikan dan ekonomi mereka
meningkat, itu artinya kita telah menjalankan misi Kementerian Agama dengan
benar.” Pembinaan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan
pegawai, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan integritas dalam setiap
layanan keagamaan dan sosial.
(Reski)