Pekanbaru (Inmas) – Korupsi merupakan tindakan yang dapat menyebabkan kekacauan dalam sebuah negara. Sebut saja hancurnya perekonomian, rusaknya sistem pendidikan, dalam pelayanan kesehatan yang tidak lagi memadai. Komitmen KPK saat ini menjadi harapan dan semangat baru bagi Indonesia untuk mengobati penyakit akut bagnsa selama ini.
Mengingat pentingnya hal tersebut, maka pada Senin, 17 April 2017 DWP Kemenag Riau mengisi kegiatan pembinaan rutin bulanan pegawai kemenag Riau dengan mengusung sosialisasi dan Simulasi SPAK ditengah ASN.
Pada kesempatan tersebut Maryam selaku Ketua DWP Kemenag Riau mengungkapkan DWP Kemenag Riau memiliki tiga bidang prioritas dalam mendukung program Kemenag Riau diantaranya bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya. Dalam pendidikan baru baru ini DWP Kemenag Riau telah melakukan program dibidang pendidikan mengenai penyelenggaraan jenazah. Dan khusus untuk penyelenggaraan jenazah ini adalah program unggulan dari DWP Kemenag sekaligus menjadi program prioritas DWP Setda Provinsi Riau. Penampilan pertama tim DWP Kemenag dalam simulasi pengurusan jenazah yang dihelat dalam acara arisan gabungan setda Provinsi Riau merupakan kebanggan tersendiri bagi kami, ujar wanita murah senyum tersebut.
Sebagai ketua Dharma wanita ia menumpangkan harapan besar kepada ibu ibu dharma wanita agara pro aktif dalam kegiatan arisan yang digelar setiap bulannya. Hal ini sangat penting karena dengan bergerak bersama dan anggota yang berperan aktif secara keseluruhan dalam mendukung program Kemenag kita ini. Selama ini, sebutnya hanya karyawati Kemenag yang banyak hadir dan aktif mengikuti kegiatan bulanan DWP Kemenag, sementara ibu ibu DWP aktif belum banyak yang ikut serta. Dengan kapasitas kantor sebesar ini seyogyanya lah kehadiran ibu ibu dharma wanita Kemenag dapat lebih meningkat dari sebelumnya.
Untuk itu, agar terwujudnya harapan maksimalnya kehadiran dan silaturrahmi keluarga besar DWP Kemenag, pihaknya akan merubah jadwal untuk kegiatan DWP bulanan. Yang biasanya dilaksanakan pada hari Jum’at setiap bulannya, kedepan digelar setiap hari Kamis tiap bulannya usai senam pagi, ucapnya menegaskan.
Sementara itu mengawali materinya Istri dari Drs H Mahyudin MA sebagai agen SPAK mengatakan kita harus menanamkan sikap dan keyakina terhadap diri sendiri bahwa saya pelajar anti korupsi, pegawai anti korupsi, perempuan anti korupsi, dan pria anti korupsi. Untuk sekedar mengucapkan memang terasa mudah, namun mempraktekkan dalam keseharian ini yang butuh perjuangan dan tekad, ucapnya.
Dikatakannya bahwa SPAK adalah sebuah gerakan yang menyebabkan perempuan sebagai tokoh central untuk pencegahan korupsi baik ia sebagai wanita berkarir, sebagai ibu maupun sebagai istri. Yang menunjuk perempuan sebagai tokoh central adalah KPK bekerja sama dengan AIPJ salah satu lembaga penegakan hukum di Australia). Perempuan yang mendapatkan memberikan andil kemana arah perkembangan suami dan anak.
Lebih lanjut ia menjelaskan SPAK ini muncul karena adanya keprihatinan dari pemerintah terutama dari KPK, dimana dari hasil survey yang dilakukan di Jogjakarta dan Solo Tahun 2013 dan 2014 adalah hanya tiga hingga empat persen dari orang tua yang mengajarkan dan menanamkan kejujuran dalam sebuah tindakan kepada anak anaknya. Hal hal yang mengacu kepada hal yang tidak jujur ini akan berkembang dalam diri anak-anak kita sehingga akan hadir mental yang lemah dan tidak bertanggung jawab.
Untuk itu menurutnya sangat dirasa urgen menanamkan semangat anti korupsi kepada setiap anak bangsa melalui sosialisasi SPAK ini. Diharapkan semangat “anti korupsi” akan mengalir di dalam darah setiap generasi dan tercermin dalam perbuatan sehari –hari, imbuhnya. Pencanangan SPAK sebagai gerakan nasional diharapkan mampu melahirkan perempuan yang kuat dan inspiratif bagi generasi dimasa datang. Sehingga generasi yang muncul adalah generasi yang memiliki sembilan nilai diantaranya penuh kejujuran, kemandirian, disiplin, bertanggung jawab, kepedulian, berani dan adil, tuturnya.
Marilah bersama sama kita bergerak dan niatkan sosialisasi SPAK ini akan berdampak besar bagi pencegahan korupsi sejak dini, harapnya mengakhiri.
Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon III dan IV serta karyawan/ti di lingkungan Kemenag Riau tersebut dilanjutkan dengan permainan simulasi yang bertemakan “Saya Perempuan Anti Korupsi” yang dimainkan oleh seluruh yang hadir dalam acara pembinaan pegawai tersebut. (vera)