Rokan Hulu (Inmas)-Kasi Penyelenggara Syari’ah Drs.H.Martillevi Saleh,M.Sy menghadiri acara Pembinaan Lembaga Pendidikan Pondok di Aula Kemenag Rohul,Rabu(02/9) dengan tema “Peran Pondok Pesantren dalam mengantisipasi aliran-aliran sesat”.
Martillevi mengatakan,ada 5 tanda-tanda /ciri-ciri aliran sesat, 1. Mempermainkan ayat- ayat suci Al-Qur’an dan Hadis, dengan memotong-motong ayat suci Al-Qur’an dan menggabungkannya sehingga merusak artinya menjadi alat bagi orang yang mau merusak pemahaman Agama Islam, 2. Mengajarkan Kebencian dan kebodohan pada korban, orang yang bergabung dalam pemahaman mereka akan dicuci otaknya kemudian diajarkan bahwa orang yang tidak berada dengan kelompoknya sesat, demikian ,ungkapnya.
Lebih Lanjut beliau menjelaskan, ajaran sesat tidak sesuai dengan ajara Islam yang benar, apapun yang disampaikan gurunya tidak boleh ditentang yang bisa lakukan hanya membenarkan apa yang di katakan gurunya walau yang dikatannya salah, mengancam pengikut yang tidak setia serta mencari korban yang dangkal Agama, kurang wawasan Agama, tertutup, pendiam pecinta surga, pecinta jihad, dan sebagainya.
Pengertian sesat adalah menyimpang dari dasar-dasar Islam yang dirumuskan oleh MUI pada tanggal 06 Nopember 2017 kedalam 10 kriteria, mengingkari salah satu rukum Islam dan rukun iman, dan sifatnya mutlak, ketika kita mengingkari salah satu dari rukun Iman atau rukun Islam maka seketika itu pula kita keluar dari agama Islam.
Dalam penomena sekarang ungkap beliau, “mengakui turunnya wahyu sesudah pada masa nabi Muhammad SAW, juga membuat kita jadi kafir, bahkan lebih dari itu mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syari seperti mengkafirkan seorang muslim yang bukan kelompoknya juga tidak benar karnanya berhati-hati dengan lidah sebab bila sudah diucapkan sangan sulit untuk menariknya kembali”. jelas Martillevi.(rt)
*edit by diah