Rokan Hilir (inmas)- Gabungan Ikatan Guru Raudlatul Athfal (IGRA) Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, Balai Jaya dan Simpang Kanan hari ini Selasa (21/3/17) secara swadaya dan swadana menggelar kegiatan pembinaan Kurikulum 2013 bagi guru Raudlatul Athfal.
Kegiatan yang dipusatkan di Hotel Bintang Muliya Bagan Batu dihadiri Kepala Kantor Kemenag Rokan Hilir H. Agustiar, pengawas madrasah Kemenag Rokan Hilir Amiruddin, M.Pd, Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Bagan Sinembah Mukhlis, S.Ag, Kepala-kepala RA dan peserta kegiatan sejumlah 109 guru RA.
Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan itu, Kepala Kankemenag Rokan Hilir dan Ketua Kelompok Kerja Kreatif Raudlatul Athfal (KKK-RA) Medan.
H. Agustiar saat membuka acara sekaligus sebagai narasumber dihadapan guru-guru RA yang mengikuti pembinaan mengatakan Kurikulum 2013 sudah berada dihadapan para guru selaku tenaga pendidik, baik yang ada dilembaga madrasah maupun sekolah dengan semua macam pendidikan.
Beliau juga berpesan kepada seluruh Guru RA, untuk mengajar dengan penuh kasih sayang dan tulus ikhlas. Anak RA terutama yang balita masih sangat butuh perhatian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Baliau juga mengingatkan para guru supaya mempersiapkan pembelajaran dengan RKH (Rencana Kegiatan Harian) yang diambil dari RKM (Rencana Kegiatan Mingguan.
Lebih lanjut H. Agustiar menjelaskan, silih bergantinya kurikulum, tuajuannya adalah untuk perbaikan dan kemajuan pendidikan yang ada di Indonesia. Untuk kurikulum 2013 adalah dalam rangka meningkatkan dan menyeimbangkan antara kompetensi sikap (Attitude), ketrampilan (Skill), dan tentunya pengetahuan (Knowledge).
Di tempat terpisah, pengawas madrasah Amiruddin, M.Pd menjelaskan akan keutamaan tiga (3) pilar bagi guru madrasah, lebih-lebih bagi guru RA era masa kini, bukan era masa lalu. Iapun mendiskripsikan tiga pilar tersebut bagi guru akan arti dan kiat menjadi guru yang kreatif, inovatif, dan produktif.
"Yang tentu dari ketiganya harus kita tanamkan jiwa ke Indonesia an pada anak didik kita, dan dengan didukung sedikit demi sedikit mengubah mindset pendidikan, khususnya pendidikan bagi anak usia dini seperti yang panjenengan geluti saat ini," pesan Amiruddin. (nsh/and)