0 menit baca 0 %

Pembinaan Faham Keagamaan Islam se-Riau, Kabid Urais : Kembali Kepada Alquran dan Sunnah

Ringkasan: Riau (Inmas) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau  melalui Bidang Urusan Agama  Islam dan Binsyar, meminta masyarakat untuk mewaspadai paham keagamaan bermasalah. Untuk itu,  Penyelenggara Syariah mengundang sebanyak 42 orang  mengikuti Kegiatan Pembinaan Faham Keagamaan Islam Tahun 2019.

Riau (Inmas) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau  melalui Bidang Urusan Agama  Islam dan Binsyar, meminta masyarakat untuk mewaspadai paham keagamaan bermasalah.

Untuk itu,  Penyelenggara Syariah mengundang sebanyak 42 orang  mengikuti Kegiatan Pembinaan Faham Keagamaan Islam Tahun 2019. Kegiatan yang dibuka langsung oleh PLt Kakanwil Kementerian agama provinsi Riau ini diikuti oleh Penyelenggara Syariah, Kasi Bimas Islam, Kepala KUA dan Para Penghulu se Provinsi Riau.

Afrialsah Lubis selaku Kabid Urais dan Binsyar mengajak para peserta, untuk dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan serius. “Selepas kegiatan ini peserta kembali ke daerah tempat tugas masing masing, untuk itu sampaikanlah pesan pesan yang menyejukkan tentang faham keagamaan Islam di tengah masyarakat kita”, pesannya. 

Ia mengatakan saat ini Indonesia sedang menghadapi  masalah besar dengan munculnya kelompok kelompok keagamaan yang menyimpang di masyarakat. Menurutnya radikalisme beragama dan faham keagamaan yang bermasalah telah terbukti berdampak pada munculnya sikap ekstrim yang berpotensi memunculkan tindakan tindakan frontal yang menyimpang. 

“ASN dilingkungan Bimas Islam dan Urais harus mampu meluruskan pemahaman yang bermasalah dimasyarakat, sehingga mampu melaksanakan ajaran Islam sesuai tuntunan Rasulullah berpegang Kepada Alquran dan Sunnah, Insyaallah menjadi Islam yang Rahmatan Lil 'Alamiin”, sebutnya. “Quu Anfusakum Wa Ahlikum Nara, Jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka”, ucapnya.

Afrialsah mengingatkan melalui kisah Rasulullah dalam mensyiarkan Islam secara damai, sekaligus mengajak umat untuk dengan santun, berakhlak, bilhikmah bukan dengan kekerasan, terangnya. Kemenag Riau khususnya, hendaknya bisa terjaga menjalankan syariat Islam dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. (vera/faj)