Riau (Inmas) – Pembimas Buddha Tarjoko SAg memastikan operasional tetap berjalan dan pelayanan pembinaan di bidang pendidikan dan penyelenggaraan keagamaan ummat Buddha juga terus berjalan normal di tengah musibah Covid- 19 di tanah air sekarang.
Langkah WFH yang diterapkan Kemenag, kata Tarjoko pada prinsipnya tidak mengganggu prosedur layanan agama dan keagamaan dilingkungan Pembimas Buddha. Pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan para penyelenggara agama Buddha di Kemenag Kabupaten/kota.
“Ini kita pantau terus dengan sistem online, termasuk terhadap penyuluh dan guru guru agama Buddha tentang bagaimana sistem mengajar online serta kendala yang dihadapi, semua kita diskusikan digrup,” terangnya melalui sambungan seluler via WhatsApp, Kamis (26/03).
Upaya ini merupakan komitmen kami untuk melindungi dan memprioritaskan kesehatan dan keamanan seluruh insan dari ancaman penularan Covid-19 serta melaksanakan himbauan dari Presiden Joko Widodo untuk menerapkan konsep social distancing. Seiring itu program Pembimas Buddha tetap bisa berjalan,” ujar Tarjoko dalam rilis Humas Kemenag Kamis (26/3/2020).
Dengan dukungan teknologi, seluruh ASN yang bekerja menggunakan sistem WFH difasilitasi teknologi dalam bekerja dengan nyaman, efisien dan tidak mengurangi produktivitas,” ujar Tarjoko.
Sehubungan dengan layanan publik dapat menghubungi Pembimas Budha di nomor 081276306467 dan call PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kanwil Kemenag Riau melalui nomor hp 085271022363 tetap beroperasi selama jam kerja untuk memastikan pelayan tetap baik, sebutnya. “Ini terhitung mulai 26 Maret 2020 s.d 31 Maret 2020,” lanjut Tarjoko.
Selain memberlakukan sistem kerja WFH agar kegiatan administrasi tetap berjalan seperti biasa, Tarjoko mengajak para ASN khususnya umat Buddha juga melaksanakan berbagai upaya pencegahan penularan Covid-19 selama bekerja dirumah,” ucapnya.
Misalnya, kutip Tarjoko penyemprotan desinfektan dilaksanakan secara berkala untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja Kanwil Kemenag Riau.
Selain itu juga menerbitkan sejumlah ketentuan yang mengatur mengenai pertemuan, pembinaan, perjalanan dinas, dan surat menyurat melalui sistem online.
“Baik itu via WhatsApp atau email serta via telefon, masing masing sudah ada grupnya baik guru, penyuluh serta para penyelenggara agama Buddha, jadi lebih mudah komunikasinya” katanya lagi.
Selain itu yang tak kalah penting menurutnya adalah perlunya menjaga stamina dan mengkonsumsi asupan makan bergizi yang menunjang peningkatan imun tubuh.Â
Meski sedang work from home, aparatur sipil negara tetap harus menjaga kesehatan yang bisa dimulai dari menjaga tubuh tetap bersih.
Terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu membuat tubuh tetap memiliki risiko terpapar virus yang menyebabkan kondisi kesehatan menurun meski berada di rumah.
“Sekalipun sudah dilakukan distancing social tetapi stamina tidak kuat, tetap akan ada resiko, makanya perlu meningkatkan pengetahuan tentang makanan yang bisa menjaga kekebalan tubuh,” pesannya.
Terlebih lagi ada beberapa kasus pasien Corona yang dinyatakan bisa disembuhkan dengan cara isolasi diri dan perawatan intensif.
"Tentunya sembuh dengan makanan dan asupan gizi yang cukup sehingga virusnya bisa kalah.” Papar Tarjoko.
“Jangan begadang, banyak istirahat, olahraga ringan, minum air putih dan vitamin, saya yakin bisa menjaga imun tubuh” tukasnya.
Tak lupa Tarjoko mengingatkan jangan sampai hanya terfokus pada distancing social namun melupakan kesehatan diri.Â
“Sibuk menghindar menghindar saja dari keramaian tetapi lupa menjaga stamina dan kesehatan badan,” imbuhnya.Â
Sesuai dengan anjuran Menag RI dan Gubernur Tarjoko juga mengimbau seluruh masyarakat khususnya ummat Buddha di Riau, disiplin mematuhi anjuran pemerintah untuk berdiam diri dirumah.
Saat ini, lanjut Tarjoko Pembimas Budha tengah menindaklanjuti himbauan pelaksanaan ibadah dari Dirjen Bimas Buddha yang ditujukan kepada Nayaka Sangha, Ketua Umum Permabudhi, Ketua Umum Walubi, Ketua DPP Majelis Agama Buddha di seluruh Indonesia termasuk Riau.
"Sudah kita koordinasi dan sosialisasikan melalui surat," jelasnya.
Imbauan ini terkait pencegahan penyebaran virus Corona (covid- 19) ditanah air yang semakin merebak. Adapun pemberlakuan WFH dilaksanakan di wilayah yang terindifikasi terdapat kejadian covid-19 seperti Riau juga termasuk, imbuhnya.(vera)