Riau (Inmas) – Proses pemberkasan berakhir, Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Kasubbag Ortala Kepegawaian menargetkan paling lambat penyampaian usul penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) 2018 sudah bisa diproses oleh Kemenag pusat. Kendati terkait pengusulan NIP ini masih ada waktu dari BKN sampai akhir Februari mendatang namun Kasubbag Ortala Kepegawaian Kanwil Kemenag Riau Drs H Kamaruddin mengaku telah mengajukan pengusulan NIP baru dengan mengirimkan nama nama peserta CPNS tersebut ke Kemenag pusat baru baru ini.
Sesuai peraturan BKN No 14/2018, peserta seleksi yang dinyatakan lulus
seleksi, diangkat dan ditetapkan sebagai CPNS oleh PPK setelah mendapat
persetujuan teknis dan penetapan NIP dari Kepala BKN Pusat. “Pengusulan NIP sudah kita ajukan sejak sekitar 5 hari yang lalu, kemudian untuk proses menginputnya baru kita mulai setelah ada
respons dari Jakarta, lalu Panlak CPNS Kemenag Riau disini bisa mulai bekerja, dan membawa berkas yang asli ke Kemenag pusat”, ungkapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya,
jum’at (08/02) pagi. “Proses penetapan NIP baru akan dilakukan setelah berkas
usul penetapan NIP diterima lengkap oleh BKN dari Kemenag”, ujar Kamaruddin.
Kamarudin mengatakan pihaknya telah selesai melakukan pemberkasan CPNS dimana batas terakhirnya sampai tanggal 5
Februari 2019 lalu. Saat ini, kita pun juga menunggu kegiatan yang dari Jakarta,setelah selesai pemberkasan para panitia akan mengentri data
peserta yang lulus sebanyak 239 tersebut melalui aplikasi dan passwordnya dari masing – masing profesi,
sebutnya.
Ia mengaku berupaya seoptimal
mungkin demi melancarkan kegiatan rekrutmen CPNS
hingga tahap akhir menjelang akhir 19
Februari 2019 ini. “ Alhamdulillah semua pemberkasan kita, dari teknikal meeting masing masing sudah melakukan yang maksimal dan kita tetap arahkan mereka untuk melakukan cek ulang seluruh berkas berkas yang telah masuk ini, mana tahu masih ada berkas yang tertinggal atau mungkin salah penulisan nama atau biodata lainnya dan segala macam syarat yang
sudah kita tentukan dalam pemberkasan itu.”Berkas ini dibagi
dalam tiga rangkap, yang pertama satu rangkap asli akan kita bawa sesuai dengan usulan penempatan nantinya, usul NIP sudah kita kirim, tapi untuk penempatan masih kita susun, setelah selesai semuanya baru diiringi dengan satu rangkap yang
asli pemberkasan dari peserta CPNS itu.
“Yang pasti sampai saat ini kita menunggulah, karena salah
seorang panitia CPNS sekarang ini tengah mengikuti kegiatan
aplikasi SKCK di Jakarta, nah dari situ nanti kita akan mulai bekerja lagi, Tim kami akan berupaya untuk untuk meminimalisir kemungkinan kesalahan teknis (error)”, imbuhnya.
Ia sangat berharap seluruh
panitia yang terlibat bagian kepegawaian dapat bekerja secara optimal untuk pemberkasan CPNS hingga penetapan NIP nanti.” CPNS kita jumlahnya cukup banyak, dari 239 cpns, untuk guru sebanyak 229, 10 lainnya untuk formasi JFT dan JFU”, katanya.” semoga mereka siap ditempatkan dimanapun nanti
bagaimanapun dengan lulus CPNS ini sudah seharusnya bersyukur yang banyak, dan
berniat menjadi ASN profesional yang amanah”, tutup mantan Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah ini.(vera/adi)