0 menit baca 0 %

Pembentukan Karakter Anak dengan Scout Camp

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Sikap dan moral merupakan aspek yang paling penting pada penilai Kurikulum 2013, MAN 2 Model Pekanbaru mewujudkan hal tersebut dengan mengadakan Perkemahan Penegak MAN 2 Model Scout Camp yang diperuntukkan bagi siswa/siswi kelas X dengan bimbingan kakak kelas XI dan pengawasan la...

Pekanbaru (Inmas) - Sikap dan moral merupakan aspek yang paling penting pada penilai Kurikulum 2013, MAN 2 Model Pekanbaru mewujudkan hal tersebut dengan mengadakan Perkemahan Penegak MAN 2 Model Scout Camp yang diperuntukkan bagi siswa/siswi kelas X dengan bimbingan kakak kelas XI dan pengawasan langsung dari guru-guru MAN 2 Model Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari tanggal 25 s/d 27 Januari 2017 di Kampus MAN 2 Model Panam.

Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA langsung menjadi pembina upacara sekaligus membuka kegiatan ini yang langsung dihadiri oleh 340 siswa/i didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Drs. H. Asmuni, MA dan Kepala MAN 2 Model, Norerlinda, M.Pd.

Pada sambutannya, Ahmad Supardi, sangat senang dan mengapresiasi kegiatan yang sangat positif dan menunjang kelancaran proses belajar dari kurikulum 2013. Selain itu, Ahmad Supardi juga memberikan motivasi dan semangat kepada siswa/siswi mengenai betapa pentingnya kegiatan ini diikuti sebagi bekal masa depan.

"Ada beberapa pesan yang akan saya sampaikan kepada anak-anak yang saya sayangi mengenai kegiatan pramuka ini. Hal pertama yaitu pada setiap kegiatan pramuka mendidik dan mengajarkan kita untuk membiasakan diri mandiri dengan pekerjaan rumah seperti memasak, membersihkan rumah, menyuci baju, dan menyetrika. Keterampilan dasar ini merupakan modal dasar kita menghadapi kehidupan karena belum tentu kedepannya kita bisa hidup enak, jadi jangan dianggap enteng," tegas Supardi biasa dipanggil.
Selanjutnya, Beliau memaparkan bahwa dengan kegiatan kemping ini membiasakan kita hidup dengan kebersamaan dan berbagi, sehingga menimbulkan sikap toleransi, tenggang rasa, dan saling menghormati satu sama lain serta menjaga tali silaturahmi.

"Poin yang ketiga yaitu pendidikan karakter kepemimpinan yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak sekalian dimasa yang akan datang. Pembentukan kepemimpinan ini merupakan cikal bakal anak-anak madrasah menjadi pemimpin yang agamis dan moralis," tutur Bapak 3 orang ini.

Beliau pun berharap kepada siswa/siswi peserta Scout Camp bahwa dengan kegiatan ini dapat membentuk karakter anak-anak madrasah yang mandiri supaya bisa mengelola bangsa ini kedepan. Manfaatkan waktu 3 hari ini sebaik-baiknya dengan memahami dan memaknai setiap kegiatan yang sudah dirancang agar kegiatan ini dapat dijadikan bekal pembentukan karakter dari sedini mungkin.

Pada wawancara akhir upacara, Norerlinda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya diadakan sebagai wujud pelaksanaan dan dukungan akan penerapan kurikulum 2013 yaitu pembentukan sikap dan moral siswa/siswi.

"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pengukuhan calon penegak menjadi penegak untuk siswa/siswi kelas X. Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan siswa/siswi pun merasa betah selama mengikuti kegiatan ini," tutup ibu Nor. (nvm/ipad)Â