Pembangunan Keagamaan PR Berat bagi Kab. Pelalwan
Ringkasan:
Pelalawan (Humas)- Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten pemekaran yang kondisinya jauh berbeda dari kabupaten pemekaran lainnya di Provinsi Riau, seperti Rokan Hilir (Rohil) dan Rokan Hulu (Rohul). Dua daerah pemekaran tersebut saat pemekaran masing- masing memiliki cikal bakal kota, t...
Pelalawan (Humas)- Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu Kabupaten pemekaran yang kondisinya jauh berbeda dari kabupaten pemekaran lainnya di Provinsi Riau, seperti Rokan Hilir (Rohil) dan Rokan Hulu (Rohul). Dua daerah pemekaran tersebut saat pemekaran masing- masing memiliki cikal bakal kota, tapi sebaliknya Kabupaten Pelalawan dibangun dari hamparan pelata atau lahan pertanian yang kemudian disulap menjadi sebuah kota kecil.
Akibatnya, kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka Kankemenag) Kabupaten Pelalawan, Drs H Zulkifli, pada acara Safari Isra Miraj 1432 H Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau sekaligus penyerahan bantuan sosial keagamaan di Masjid Al- Ihsan Kecamatan Langgam Kab. Pelalawan, Jumat (24/6) kemarin, kondisi tersebut membawa implementasi yang sangat besar, khususnya dalam pembangunan keagamaan serta sarana dan prasarana daerah.
Ia menjelaskan, implementasi yang besar tersebut dapat dilihat dari kondisi masyarakat pedesaan yang disulap menjadi masyarakat perkotaan, sehingga menimbulkan keterkejutan dalam diri yang berakibat pada timbulnya berbagai tingkah laku baik positif dan negatif.
"Kalau pengaruh positif dengan semakin majunya pendidikan dan pengetahuan masyarakat, tentu ini sangat kita harapkan. Tapi jika kondisi tersebut berpengaruh negatif, misalnya timbulnya kenakalan remaja, pengaruh obat- obatan terlarang dan lain sebagainya, tentu ini yang jadi keprihatinan kita. Untuk itu, perlu benteng melalui pembangunan keagamaan bagi masyarakat khususnya generasi muda kabupaten Pelalawan," jelasnya.
Selain persoalan prilaku masyarakat, Kabupaten Pelalawan juga dihadapkan pada fasilitas yang belum memadai, termasuk fasilitas pendidikan. Untuk sarana pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pelalawan saat ini terdapat 21 MTs tapi hanya satu yang negeri, sementara Madrsah Aliyah (MA) dari enam yang ada sama sekali belum ada yang negeri.
"Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang terkecil jumlah lembaga pendidikannya di antara Kabupaten/ Kota lainnya di Riau, tapi Pelalawan menjadi rangking kedua jumlah gerejanya setelah kota Dumai dengan 67 gereja. Sehingga kondisi ini menjadi tantangan kehidupan beragama yang sangat besar bagi daerah ini, untuk itu melalui Safar Isra Miraj ini mari kita lihat denyut nadi kehidupan beragama di Kabupaten Pelalawan sekaligus mencari langkah- langkah demi majunya pembangunan keagamaan di daerah pemekaran ini," harapnya. (msd)