Bengkalis (Inmas) - Guna menyiapkan Majelis Hakim yang
akuntabel, berintegrasi dan profesional dalam menjalankan tugas pada
pelaksanaan MTQ ke-44 tingkat Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Mandau tahun
2019, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bengkalis, melalui
Bidang Perhakiman, menggelar kegiatan Pemantapan.
Kegiatan yang sejatinya dibuka Bupati Bengkalis Amril Mukminin,
pada Rabu malam (18/09/2019), di aula pertemuan Hotel Susuka Duri Kecamatan
Mandau ini, terlebih dahulu terpaksa harus diisi dengan pemateri dari LPTQ
Nasional, yakni Prof Dr H Said Agil Husein Al Munawar. Mengingat narasumber
yang menjadi salah seorang tokoh ternama di Negara ini memiliki jadwal kegiatan
yang cukup padat.
“Sejatinya kegiatan ini akan dibuka oleh Bupati Bengkalis Amril
Mukminin, pada Rabu malam 18 September 2019. Namun karena Prof Said Agil
memiliki agenda yang cukup padat, maka kita ambil alternatif untuk memulai
memberikan materi kepada para majelis hakim sore hari ini terlebih dahulu. Dan
pembukaan kegiatan ini akan tetap dilakukan pada malam harinya,” tutur Ketua
Bidang Perhakiman H Imam Hakim.
Menurut Imam Hakim, kehadiran dan kesediaan Prof Said Agil yang
pernah menjadi qori kebanggan Indoneisa dan pernah menjadi juri MTQ
Internasional ini merupakan suatu yang istimewa dan harus benar-benar
dimanfaatkan oleh seluruh majelis hakim di Kabupaten Bengkalis.
“Kita berharap seluruh majelis hakim agar dapat memanfaatkan
kesempatan ini dengan baik. Mengambil ilmu, informasi dan pencerahan yang
diberikan oleh narasumber yang istimewa ini. Semoga majelis hakim MTQ ke-44
tingkat Kabupaten Bengkalis, mampu menjadi majelis hakim yang berintegrasi dan
profesional,” tutupnya.
Selain Prof Said Agil, Pemantapan ini nantinya juga akan diisi
oleh pemateri Tim IT e-MTQ Kabupaten Bengkalis, Babam Suryaman, yang nantinya
akan menjelaskan mekanisme modul penilaian berbasis elektronik kepada majelis
hakim.
Sebagai informasi, Prof
Said Agil ini merupakan pria kelahiran Palembang, 26 Januari 1954. Ia adalah
seorang pengajar dan mantan Menteri Agama Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai
Menteri Agama pada Kabinet Gotong Royong(2001-2004). Sekarang ia adalah dosen
di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, serta menjadi salah seorang hakim MTQ
Nasional dan Internasional. (rls-diskominfotik)