Rokan Hilir (inmas) – secara umum JCH Indonesia melaksanakkan Haji Tamatthu. Dimana JCH melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah haji.
Hal ini sebagaimana dijelaskan Pemandu Ibadah Haji Indonesia Jamaah Calon Haji (JCH) Kelompok Terbang (Kloter) 10 gabungan 363 JCH Kabupaten Rokan Hilir dan 82 JCH Kabupaten Meranti, Dts. H. Sakolan M.Ag disela-sela kesibukannya sebahgai pembimbing pada kegiatan bimbingan manasik haji di Bagansiapiapi (8/7).
Lanjut H. Sakolan, Masih terkait pelaksanaan manasik haji yang diselenggarakan Pemda Kab. Rokan Hilir, menjelaskan alur praktek manasik haji. Dimulai dengan pemakaian kain ihram, praktek shalat ihram, niat, umrah. Selanjutnya JCH dibimbing praktek thawaf umrah, Shalat sunnah di Makam Ibrahim dan Hijir Ismail, sai dan diakhiri dengan tahllul umrah.
Tentang prosesi pelaksanaan haji, H. Sakolan mengawali penjelasannya dengan praktek shalat sunnah ihram, niat haji, selanjutnya wukuf di arafah, mabit/ menginap di Muzdalifah untuk mengumpulkan batu persiapan lontar jumrah di Mina. Usai lontar jumrah aqabah tanggal 13 Dzul Hijjah JCH melaksannakan tahallul awal dengan memotong sebagian rambut mereka. Kemudian JCH kembali ke makkah untuk thawaf ifadhah lalu tahallul tsani dan terakhir melaksannakan thawaf wada/ perpisahan.
“Jika seluruh rangkaian ibadah haji sudah diselesaikan, tinggal menunggu keberangkatan pulang ke tanah air,” pungkasnya. (Nsh)