Pelaksanaan PESPARAWI – X Tahun 2012 Sukses
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)-Kegiatan Pesparawi Nasional - X di Kendari Sulawesi Tenggara dimulai dari tanggal 1 Juli 2012 dan berakhir tanggal 09 Juli 2012, dimulai dengan kedatangan kontingen tiap Provinsi, pendaftaran kontingen, orientasi panggung, ibadah malam, Tanggal 2 Juli ibadah pagi, seminar dan works...
Pekanbaru (Humas)-Kegiatan Pesparawi Nasional - X di Kendari Sulawesi Tenggara dimulai dari tanggal 1 Juli 2012 dan berakhir tanggal 09 Juli 2012, dimulai dengan kedatangan kontingen tiap Provinsi, pendaftaran kontingen, orientasi panggung, ibadah malam, Tanggal 2 Juli ibadah pagi, seminar dan workshop, technical meeting dan ditutup dengan ibadah malam.
Pada selasa (3/7) pada pukul 20.00 WITA, Pesparawi Nasional X tahun 2012, yang dilaksanakan di Tugu Persatuan ex MTQ secara resmi dibuka oleh Menkokesra, DR. H. Agung Laksono didampingi oleh Menteri Agama, Drs. H. Surya Dharma Ali, M. Si, dan Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, SE.
Sebelum pemukulan gong tanda dibukanya Pesparawi X tahun 2012, Menteri Agama memberikan kata sambutan.
Dalam sambutannya Menag mengatakan, Terlaksananya Pesparawi Nasional X ini karena adanya kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Lebih lanjut Menag menyatakan, kiranya melalui Pesparawi Nasional X tahun 2012 ini semakin meningkatkan kerukunan antar dan intern umat beragama. “Biarlah semboyan Bhineka Tunggal Ika yang tertulis di kaki burung Garuda tersebut menjadi menjadi pegangan bagi kita, yaitu bersatu dalam kerberbedaanâ€. Ungkapnya.
Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, SE, pada kesempatan itu juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya Nur Alam mengatakan bahwa sebagai insan yang beragama kita patut bersyukur terlaksanaya ivent nasional seperti ini di Kota Kendari. Terlaksananya Pesparawi ini adalah karena adanya kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara termasuk dalam masalah pendanaan.
Penduduk di Kendari mayoritas beragama Islam, akan tetapi kepanitiaan dalam Pesparawi ini hampir 90 % dari agama Islam, ini menandakan bahwa kerukunan di Sulawesi Tenggara ini sangat kokoh. Dalam acara Nasional yang sudah pernah di Kendari, seperti MTQ Nasional thn 2006, Acara Utswana Dharmagita untuk Umat Hindu tahun 2008, semua agama turut ambil bagian dalam kepanitian.
Mangakhiri sambutannya Nur Alam mengutip firman Tuhan yang tertulis dalam Injil Matius 22: 37-40, Kasihilah Tuhan AllahMu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu, itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua yang sama dengan itu adalah Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tercantum seluruh hukum taurat dan kitab para nabi.
Kemeriahan acara pembukaan Pesparawi Nasional X dilengkapi dengan Tarian Kolosal Bahtera Mas yang dibawakan kurang lebih 350 orang yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa lintas agama Kota Kendari.
Dari sebelas kategori yang diperlombakan, Kontingen Riau hanya mengikuti 4 kategori yaitu Solo anak usia 7-9 tahun dan usia 10 -13 tahun, paduan suara dewasa pria, paduan suara dewasa wanita dan paduan suara dewasa campuran. Keempat kategori tersebut Riau mendapat medali perak. Yang menjadi juara umum pada PESPARAWI -X tahun 2012 ini adalah Papua Barat. Pembimas Kristen, Yesri Elfis, S. Ag sebagai ketua kontingen dan sekaligus ketua LPPD Riau mengatakan bahwa Riau tidak menargetkan medali emas akan tetapi yang terutama adalah kebersamaan dan juga ibadah kepada Tuhan.
Pada tanggal 9 Juli 2012 pukul 20.00 WITA, Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, SE didampingi oleh Dirjen Bimas Kristen, DR Saur Hasugian secara resmi menutup acara PESPARAWI –X. Pada saat Munas tanggal 9 Juli 2012 juga telah ditentukan tuan rumah PESPARAWI –XI tahun 2015 adalah Prov. Maluku. (osti)