Siak (Inmas) – Senin, (29/10/18), Sejumlah pejabat tinggi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak menghadiri peresmian penegerian 48 madrasah se-Indonesia sekaligus lauching PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang diresmikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin bertempat di MAN 3 Pekanbaru, Provinsi Riau.
Adapun rangkaian acara peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti MAN 3, MAN 4 Pekanbaru dan PTSP Kanwil Kemenag Riau yang dilanjutkan dengan pembukaan selubung nama MAN 3 dan MAN 4 Pekanbaru oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dengan disaksikan oleh Plt Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Komisi VIII DPR RI Dr Muhammad Ali Taher SH M Hum, Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA, Walikota Pekanbaru yang diwakili Sekdako Pekanbaru M Noer, Rektor UIN Suska Riau Dr H Ahmad Mujahidin MA, dan disaksikan oleh seluruh Kakanwil Kemenag dari 14 Provinsi madrasah Penegerian, Kepala Madrasah Penegeria serta dihadiri oleh seluruh pegawai Kemenag Riau, para ulama, tokoh agama, para guru dan orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Lukmanul Hakim menyebutkan sebagaimana dilansir dalam laman situs milik Kanwil Kemenag Provinsi Riau, berdasarkan data yang ada di Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI, jumlah madrasah negeri di Indonesia masih sangat minim, yaitu 3.939 madrasah dengan rincian Madrasah Ibtidiyah Negeri sebanyak 1.684, Madrsah Tsanawiyah Negeri sebanyak 1.469 dan Madrasah Aliyah Negeri sebanyak 786. “Saya selaku Menteri Agama sangat bersyukur hari ini kita baru saja meresmikan tidak kurang dari 48 madrasah yang awalnya swasta menjadi negeri yang tersebar di beberapa provinsi, dan di Riau ada 10 madrasah. Tentu ini upaya kita untuk menghadirkan madrasah ditengah- tengah masyarakat khusunya dalam bidang pendidikan keagamaan, mudah-mudahan madrasah yang negerikan ini betul- betul mampu mengembangkan diri menjadi model di masyarakat sekitarnya. Khususa pada madrasah swasta, ini menjadi termotivasi untuk bisa di negerikan nantinya,” harap Menag. (Hd)