0 menit baca 0 %

Pejabat Itjen Takziah ke Rumah Kakanwil

Ringkasan: (Pekanbaru, 4/4/2010 (Humas) Pejabat dari Inspektorat Jenderal Kemeterian Agama Republik Indonesia sebanyak tiga orang, masing-masing Drs. H. Abd. Karim/Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Drs. H. Sukarma/Kepala Bagian Umum Itjen, dan Drs.
(Pekanbaru, 4/4/2010 (Humas) Pejabat dari Inspektorat Jenderal Kemeterian Agama Republik Indonesia sebanyak tiga orang, masing-masing Drs. H. Abd. Karim/Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Drs. H. Sukarma/Kepala Bagian Umum Itjen, dan Drs. H. Anshori/Kepala Bagian Pelaporan Itjen, melakukan kunjungan dalam rangka takziah ke kediaman Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur, SH. MM. Pada hari Sabtu, 3 April 2010, sehubungan dengan berpulangnya kerahmatullah ibunda kandung dari Asyari Nur yaitu Hj. Nurmah Binti Syekh Sulaiman pada hari Minggu, 28 Maret 2010 di Duri Kabupaten Bengkalis. Almarhumah dikebumikan di Rangau Kabupaten Bengkalis, kampung hamalannya sendiri pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB. Takziah tersebut diisi dengan Tahlilan yang dimulai dari pembacaan ayat-ayat pendek, membaca tahlil dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Hukum, Humas dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. Hadir dalam acara takziah tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha/Drs. H. Albakiran Balim, Kepala Bidang Penamas/H. Saman, S.Sos. M.Si, Kepala Bidang Mapenda Islam/Drs. H. Edwar S. Umar, Kepala Bidang Pekapontren/Drs. H. Panji Ade Khf, dan pejabat lainnya dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau. H. Abdul Karim mewakili Inspektur Jenderal Kementrian Agama RI, menyampaikan belasungkawa sebagai tanda ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya kerahmatullah ibunda kandung Asyari Nur. Beliau berharap agar pak Asyari Nur beserta keluarga dapat bersabar dan tabah menerima cobaan/musibah ini, sebab ini adalah takdir Allah yang tidak bisa dielakkan. Kematian adalah merupakan sunnatullah yang tak bisa dihindari, kemanapun kita pergi kematian pasti akan datang, ucap Karim. H, Abdul Karim lebih lanjut menyampaikan salam duka cita dari Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Dr. H. M. Suparta, beliau tak bisa hadir, karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan di Jakarta. Maklum, sekarang ini kan Menteri Agama kita baru, dan banyak tugas-tugas yang harus segera diselesaikan, khususnya dalam rangka menggesa agar Kementerian Agama dapat keluar dari opini disclaimer menuju WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atau minimal WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Asyari Nur selaku shohibul musibah, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Saya tidak menyangka kawan-kawan datang langsung menemui saya karena musibah yang menimpa keluarga kami ini, semoga Allah swt memberikan balasan yang setimpal dan semoga almarhumah ibu saya diampuni segala dosanya dan ditempatkan pada tempat yang mulia disisinya, ujar Asyari Nur. (Ash).