0 menit baca 0 %

Pegawai Kemenag Kota Pekanbaru Ikuti Pelatihan Muballigh

Ringkasan: IPekanbaru (Inmas), Menjadi seorang Muballigh bukanlah perkara mudah, butuh kerja keras, tidak semua orang diberikan keberkahan memiliki ilmu  seorang muballigh, kadang ilmu sudah mumpuni namun menyampaikan didepan khalayak dan ummat belum mampu karena tidak dibarengi oleh skill Tausiyah.

I

Pekanbaru (Inmas), Menjadi seorang Muballigh bukanlah perkara mudah, butuh kerja keras, tidak semua orang diberikan keberkahan memiliki ilmu  seorang muballigh, kadang ilmu sudah mumpuni namun menyampaikan didepan khalayak dan ummat belum mampu karena tidak dibarengi oleh skill Tausiyah. terkadang hafalan alqur'an banyak tapi belum mampu mengimani Sholat Jamaah.

Diantara sekian banyak Pegawai Kemenag Kota Pekanbaru, sebagian mereka juga berprofesi sebagai muballigh. Sebagai imam bahkan khatib ditempat tinggal mereka masing-masing. Diantaranya, H. Zamri, S.Ag, MH, Syarifuddin Siregar, Bustamar, S.HI, M.Sy,  Ustadz Firdaus, S.Ag, M.Sy, Nazir, S.Ag dan Sutan Syahril, S.Ag.

Pekerjaan Sebagai PNS merupakan Pengabdian Kepada Negara,yang akan dipertanggung jawabkan Dunia dan akhirat, dan Memberikan ilmu Agama Kepada Ummat merupakan suatu kewajiban saling nasehat menasehati sesuai dengan ketentuan Agama.

Dari Pantauan Tim Inmas Selasa (20/11) Terlihat Pegawai Kantor Kemenag Kota Pekanbaru sedang duduk di majelis ilmu  yang di Taja oleh Majelis Ulama Indonesia Kota Pekanbaru, mereka tampak duduk rapi menyimak pemaparan Instruktur Pelatihan Muballigh Majelis Ulama Indonesia sebagai Tenaga Sosialisasi Pekanbaru Madani Tahun 2019, bertempat dihotel Furaya Pekanbaru.(Idris/Bustamar)