Kuansing (Inmas) - Kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai kembali dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi, sebagai bentuk rutinitas yang diadakan satu kali dalam seminggu, tujuannya adalah untuk membina mental dan rohani pegawai agar bisa maksimal dalam beribadah dan bekerja.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai kantor Kemenag Kuansing dan pegawai KUA kecamatan Kuantan Tengah.
Sebagai petugas pada kegiatan pagi ini diantaranya: moderator Asro (pegawai Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah), pembaca Al-Qur'an Welda Hendriyanti, S.HI (pegawai Seksi Pakis), penceramah Hj. Evi Isnaini, M.Ag (pegawai Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah), dan arahan dari H. Bahrul Aswandi, S.Ag., MH (Kasi Bimas Islam).
Dalam ceramah yang disampaikan Evi Isnaini, tema yang dibicarakan adalah tentang hijrah. Tema ini dipilih karena berhubungan dengan akan masuknya tahun baru Hijriyah tidak berapa lama lagi.
Diawal tausiyahnya, Evi Isnaini membacakan surat At-Taubah ayat 20, yang terjemahannya adalah: "Hai orang-orang yang beriman dan berhijrah di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan".
"Hijrah dihitung sejak perpindahan Nabi dari Mekah ke Madinah tahun 633 M. Makna hijrah bisa diartikan sebagai perubahan, berubah dari yang jelek kepada kebaikan," jelas Evi Isnaini.
Selanjutnya Evi Isnaini juga menjelaskan tentang 4 hukum dalam penggunaan harta yang dimiliki. Pertama hukumnya wajib, apabila untuk kepentingan diri dan agamanya. Kedua hukumnya mustahab, apabila digunakan untuk membantu orang miskin. Ketiga hukumnya mubah, apabila hanya untuk bersenang-senang seperti membeli membeli perhiasan, rumah, dan sebagainya. Keempat hukumnya haram, apabila digunakan untuk membanggakan dan menyombongkan diri.
Sebelum menutup tausiyahnya, Evi Isnaini menyebutkan tentang orang yang benar-benar rindu ingin bertemu dengan Tuhannya, cirinya adalah senang hatinya apabila mendengar suara azan.
Pada sesi arahan yang disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, ia mengecek kehadiran pegawai satu persatu. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk pembinaan kedisiplinan bagi seluruh pegawai.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingat-ingatkan kita lagi, dan juga melembutkan hati. Kalau tidak mau lagi kita mendengar ceramah, itu artinya hati sudah keras. Hati yang keras akan sukar untuk diarahkan, sedangkan hati yang lunak hidayah akan mudah masuk, sehingga setiap pekerjaan hasilnya akan bagus," tukasnya. (N/R)
Pegawai Kankemenag Kuansing Ikuti Kegiatan Rutin Tiap Pagi Jum'at
Ringkasan:
Kuansing (Inmas) - Kegiatan pembinaan mental dan rohani pegawai kembali dilaksanakan di Musholla Al-Ikhlas kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi, sebagai bentuk rutinitas yang diadakan satu kali dalam seminggu, tujuannya adalah untuk membina mental dan rohani pegawai agar bisa maksimal...