Riau (Inmas)- Masih dalam rangkaian Semarak Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke 72 Tahun 2018, Kanwil Kemenag Riau menyalurkan 40 Paket Sembako untuk masyarakat ekonomi lemah di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru, Selasa (23/1/2018).
Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili oleh Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau HM Saman S Sos M SI mengungkapkan, pemberian Paket Sembako merupakan hasil sumbangsih pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Riau sebagai wujud kepedulian antar sesama.
“Jenis bahan makanan yang kita salurkan diantaranya beras, minyak makan, gula, dan ikan sarden. Dengan harapan kegiatan kita ini dapat mempererat silaturrahim sekaligus membantu sesama serta wujud dari upaya menyebarkan kedamaian demi kejayaan Kementerian Agama kedepan,” ungkapnya.
Ketua RT 1 Rw 7 Kelurahan Muara Fajar Barat, Yan Setiyanto, ditengah- tengah penyerahan Sembako untuk warganya mengatakan, 90 % masyarakat di lingkungannya bergerak dibidang pertanian dan hidup dalam kesederhanaan. Namun beberapa tahun belakangan, Kemenag Riau melalui UPZ telah melakukan pembinaan dan memberikan bantuan usaha, seperti ternak kambing, berdagang dan sebagainya. Hal tersebulah yang terus diproduktifkan hingga saat ini.
“Ekonomi merata dengan mata pencaharian petani dan ternak. Dengan bantuan yang disalurkan oleh Kemenag, termasuk bantuan Sembako dapat meringankan beban masyarakat,” ucapnya sambil mengucapkan terimakasih kepada Kemenag yang turut ambil bagian mensejahterakan masyarakat Muara Fajar.
Ungkapan senada juga diungkapkan Ibu penerima paket sembako Kemenag, karena hal tersebut dapat membantu ekonomi keluarga ditengah sulitnya perekonomian saat ini yang hanya mengandalkan hasil jualan dan pertanian.
“Ini sangat membantu dapur kami warga Muara Fajar, semoga Kementerian Agama selalu Berjaya dan tiada henti memberikan kami perhatian,” ungkapnya.
Diakhir kegiatan, Tim Kanwil Kemenag Riau menyempatkan diri meninjau lokasi pertanian dan peternakan kambing warga yang merupakan hasil binaan Bidang Penaiszawa sejak tahun 2015. Dengan harapan pertanian dan peternakan warga dapat terus produktif untuk ekonomi masyarakat yang lebih baik. (mus/anto/eka)