Siak (Inmas) - Peduli dengan masa depan generasi muda bangsa ini, agar terhindar dari pergaulan maupun hubungan seks bebas yang akan menimbulkan persoalan di kemudian hari yang akan merengkut masa depan generasi muda itu sendiri. Bentuk kepedulian tersebut, dilakukan oleh anak perusahaan Sinarmas Group yakni PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, Kamis (9/1/2020) siang, dengan melaksanakan Seminar Edukasi HIV/AIDS dan Narkoba yang bertempat di aula Bunut PT IKPP Perawang.
Dikutip dari laman DataRiau.com, Kegiatan ini juga sesuai instruksi dari Kementrian Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (AIDS) dalam programnya menerapkan konsep Getting To 3 Zeroes yang berarti Zero New HIV Infection dengan harapan tidak ada lagi temuan kasus HIV baru atau nol pada tahun 2030. Kemudian Zero Stigma and Discrimination atau tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, dan terkahir Zero AIDS Related Death yang berarti tidak ada lagi orang yang meninggal akibat HIV dan AIDS.
Humas PT IKPP Perawang Armadi SE menyebutkan kegiatan ini juga melibatkan siswa/i SMA/SMK se-kecamatan Tualang bersama 350 orang perwakilan dari karyawan, dan sengaja diselenggarakan oleh perusahaan di aula Bunut PT Indah Kiat ini, dengan narasumber langsung dari KPA Provinsi Riau dan dari BNK Siak. "Acara ini dibuka langsung oleh Pimpinan Perusahaan bapak Hasanuddin The, bentuk acara yang kita laksanakan yakni Seminar Edukasi HIV/AIDS dan Narkoba. Tingginya angka penularan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba, membuat kita terpanggil untuk menyelenggarakan kegiatan edukasi ini dan semoga dapat bermanfaat serta bagian kontribusi industri terhadap anak negeri," jelasnya.
Sementara Pimpinan Perusahaan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang Hasanuddin The menjelaskan agar setiap siswa/i agar menyadari betapa pentingnya hidup sehat dan lebih mengetahui serta memahami tentang bahaya narkoba tersebut. "Agar para siswa menyadari akan pentingnya mengetahui dan memahami tentang bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap masa depan generasi muda dan pentingnya memahami tentang HIV dan AIDS secara baik, dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilanjutkan," ujarnya.
Kegiatan ini juga sesuai instruksi dari Kementrian
Kesehatan, Komisi Penanggulangan AIDS (AIDS) dalam programnya menerapkan konsep
Getting To 3 Zeroes yang berarti Zero New HIV Infection dengan harapan tidak
ada lagi temuan kasus HIV baru atau nol pada tahun 2030. Kemudian Zero Stigma
and Discrimination atau tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, dan
terkahir Zero AIDS Related Death yang berarti tidak ada lagi orang yang
meninggal akibat HIV dan AIDS. (Hd)