Kampar ( Kemenag )---Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar yang dalam hal ini diwakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Masnur, S.Pd., M.Sy secara resmi membuka Pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudlatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Kampar. Kegiatan ini diikuti oleh 60 RA terdiri dari Kepala dan 1 orang guru RA dengan jumlah peserta 120 orang peserta sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pendidik anak usia dini di Kabupaten Kampar.
Kepala Seksi Pendidikan madrasah yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta sebagai arah baru pendidikan RA sebagaimana diatur dalam KMA Nomor 1503 Tahun 2025.
Beliau menyampaikan bahwa guru RA memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan fitrah anak. Karena itu, implementasi kurikulum berbasis cinta harus benar-benar diwujudkan dalam suasana belajar yang penuh kehangatan, kelembutan, dan penghargaan terhadap potensi setiap anak.
“Guru RA adalah teladan pertama. Suasana pembelajaran harus membuat anak merasa aman, dihargai, dan dicintai. Itulah inti dari kurikulum ini,” tegasnya.
Selain penguatan kurikulum, H. Masnur juga menyampaikan arahan program Kemenag seperti pHTC, RDM melalui EMIS, serta penguatan digitalisasi madrasah untuk mendukung profesionalitas guru
Panitia pelaksana yang disampaikan Tengku Asmaroni, S.Pd., MM menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah hasil rapat IGRA pada 24 November 2025 serta program pendidikan IGRA Kabupaten Kampar mengusung tema: “Menghadirkan Cinta dalam Ruh Pendidikan RA.”
Ketua PD IGRA Misirah, S.Pd.I menegaskan bahwa dinamika pendidikan anak usia dini membutuhkan guru yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan pendidikan yang humanis.
“Kurikulum berbasis cinta adalah pendekatan yang menguatkan kasih sayang, komunikasi positif, dan penghargaan terhadap fitrah anak,” ujarnya
Pokjawas Madrasah, H. Nor Azmir, M.Pd., menambahkan bahwa guru RA harus hadir sebagai sosok yang membawa keteladanan.
“Pendidikan anak usia dini berdiri di atas fondasi cinta. Guru RA adalah pembentuk karakter pertama,” ungkapnya.
Pelatihan ini diharapkan memperkuat kompetensi pendidik RA di Kabupaten Kampar dalam menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga pendidikan anak usia dini semakin bermutu, penuh kasih, dan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama.
Fatmi