Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam rangka memastikan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berjalan transparan dan tepat sasaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Darwison, didampingi Staf Seksi Pendidikan Madrasah Onrizal, melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi di MTsS dan MAS Al Ihsan, Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida pada Senin (10/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan rutin Kemenag terhadap lembaga pendidikan madrasah agar pengelolaan dana publik benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik.
Monitoring dilakukan dengan meninjau langsung administrasi keuangan, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas yang bersumber dari dana BOS. Melalui kegiatan ini, Kemenag Inhu ingin memastikan setiap rupiah yang diterima oleh madrasah digunakan sesuai dengan ketentuan dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Darwison menegaskan pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan dana BOS. “Transparansi adalah kunci kepercayaan publik. Dana BOS harus dikelola dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya saat memberikan arahan kepada pengelola madrasah.
Ia juga menekankan bahwa BOS bukan sekadar bantuan operasional, tetapi instrumen penting dalam mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas di wilayah pedesaan. “Kita ingin memastikan tidak ada satu pun madrasah yang tertinggal. Dana BOS harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa, baik dalam bentuk fasilitas, kegiatan pembelajaran, maupun peningkatan kompetensi guru,” tambahnya.
Kegiatan monitoring tersebut disambut baik oleh pihak madrasah. Kepala MTsS Al Ihsan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan dari Kemenag Inhu. Menurutnya, kehadiran tim monitoring memberikan arahan dan motivasi bagi madrasah untuk terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan serta meningkatkan mutu pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Indragiri Hulu berharap agar setiap lembaga pendidikan Islam dapat menjadi contoh dalam pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Dampak langsung dari pengawasan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih bermartabat dan berdaya saing.