Riau (Inmas)- Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI terus melakukan persiapan penyelenggaraan haji 1440H/2019M. Begitu pula Kemenag Riau saat ini tengah berjibaku mempersiapkan pembuatan paspor calon jemaah haji Riau.
H Suhardi HS MA selaku Kasi Perlengkapan Dokumen Haji membenarkan kalau proses pembuatan paspor calon jamaah sudah berjalan. “Sampai dengan hari ini, proses dokumen pembuatan paspor di kabupaten dan kota sudah berjalan, bahkan secara akumulasi diperkirakan sudah mencapai 50 persen,” kata Suhardi di ruang kerjanya, Kamis (31/01).
Selain paspor, proses awal pengurusan visa juga sudah mulai dilakukan. Pada tahap awal, petugas Kementerian Agama tengah memproses scanning lembar setoran awal calon jamaah haji yang nomor porsinya, termasuk rombongan yang akan diberangkatkan tahun ini.
“Untuk penyelesaian Pembuatan paspor calhaj Raih yang sudah kita terima dari Kemenag Kab/kota se- Riau sebanyak 2514 (49,98%) sampai hari ini terhitung 30 Januari 2019. Artinya, sudah sekitar hampir 50 persen,” katanya.
Suhardi mengatakan dari total jamaah haji sebanyak 5030, jumlah penyelesaian paspor itu terinci sebagai berikut. Total jemaah Pekanbaru tercatat 1178, yang sudah menyelesaikan paspor sebanyak 596. Kampar total jemaahnya 802 penyelesaian paspor baru 82, total jemaah calhaj Bengkalis 444 yang sudah menyelesaikan paspor 24, Inhu 12 dari total 313, Inhil 13 dari total 547, Dumai 6 dari total calhaj 212, Rokan Hulu 14 dari 432, Pelelawan 19 dari total calhaj 298, Kuansing 44 dari 227, Siak 6 dari 260, Rohil 23 dari 232, dan 4 dari 80 untuk calhaj Kep Meranti.
Khusus untuk Kampar, mengingat jumlah calhaj meningkat tahun ini, maka pihak imigrasi melakukan jemput bola terkait penyelesaian Pembuatan paspor. Sementara daerah lain seperti Kuansing, Rohul dan Pekanbaru pengurusan paspor dilaksanakan di Pekanbaru, terangnya.
Pelaksanaan haji memang pada Juli 2019 mendatang, namun pihak Kemenag bersama dengan mitranya Imigrasi mengambil inisiatif untuk segera melaksanakan pelayanan pembuatan paspor haji, katanya.
Bahkan hingga saat ini Kementerian Agama dengan Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) masih terus membahas ongkos haji tahun ini. Suhardi memperkirakan, proses pelunasan BPIH jamaah haji reguler akan mulai dilakukan setelah terbit Kepres terkait besaran BPIH 2019.
Lebih lanjut diulasnya jika kepres tentang BPIH sudah terbit. Maka Kemenag Riau akan memberitahukan kepada jemaah untuk segera melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji ke BPS. “Setelah Jemaah melunasi dan mendapatkan validasi maka jemaah langsung melapor sendiri ke Kemenag Kab/kota, mengantar bukti pelunasan digabung dengan dokumen paspor”, ucapnya.
Setelah dipastikan data dan dokumen lengkap, Kemenag Kab/kota memberikan laporan ke Kanwil Kemenag Riau (pra manivest), karena Kanwil hanya karenai leading sektor penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Baru kita bisa update kesesuaian data dengan dokumen paspor, maupun penulisan wajib nama dengan tiga suku kata" sebut Indra ujar Indra salah seorang Pegawai pada Bidang PHU Kanwil Kemenag Riau menguatkan.
Terkait visa, setelah pusat menyelesaikan visa jemaah haji, Kanwil Kemenag Riau akan mengambil ke Kemenag RI guna dikirim ke Embarkasi Batam, ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan Suhardi, berkemungkinan besar untuk embarkasi haji Riau tahun ini akan berbeda dengan tahun lalu. “Menindaklanjuti dari hasil Rapat Reverifikasi Rusunawa yang direncanakan sebagai Embarkasi sementara EHA Riau, pihaknya berharap nantinya Riau tidak perlu mengantarkan berkas lagi ke Embarkasi Batam seperti selama ini, semua include disiapkan hingga proses packing di Embarkasi Haji Antara Riau yang masih menunggu keputusan Pemprov sampai hari ini”, harap Suhardi.(Vera/Anto/Adi)