Pasien Psikiatri di BPHI Madinah Berkisar 50 Orang
Ringkasan:
Madinah (Humas)- Selain sakit fisik, sejumlah jamaah calon haji juga mengalami gangguan kesehatan jiwa (psikiatri) setiba di Arab Saudi. Jumlahnya penderita Psikiatri tidak terlalu banyak hanya berkisar 50 orang terdiri dari gangguan ringan dan berat.
Madinah (Humas)- Selain sakit fisik, sejumlah jamaah calon haji juga mengalami gangguan kesehatan jiwa (psikiatri) setiba di Arab Saudi. Jumlahnya penderita Psikiatri tidak terlalu banyak hanya berkisar 50 orang terdiri dari gangguan ringan dan berat.
"Untuk provinsi Riau sendiri sampai saat ini masih dalam konidisi sehat wal afiat, berdasarkan informasi dari ketua kloter 16 Embarkasi Batam H Janaidi S Ag, ada salah seorang jamaah Bengkalis yang harus dirujuk ke BPHI karena sedikit menderita psikiatri ringan," jelas Kakanwil Kemenag Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Jumat (28/10) terkait dengan kondisi jamaah haji Riau.
Sementara itu berdasarkan informasi dari dokter spesialis kejiwaan, Juwita Saragih, yang menangani bagian psikiatri di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah, Kamis (27/10) kemarin gangguan kesehatan jiwa yang diderita sejumlah pasien, kata Juwita, terbagi dua yaitu ringan dan berat. Ringan seperti perasaan cemas, gelisah, gangguan penyesuaian dengan lingkungan.
Sedangkan berat seperti psikotik akut dan schizofrenin. "Biasanya setelah perawatan 1-2 hari kita pulangkan ke pemondokannya," kata Juwita yang didampingi dr Nurbaiti Bagas, koordinator PBHI Madinah.
"Gangguan kesehatan jiwa ini ada yang karena bawaan dari Tanah Air yang tak terdeteksi, maupun faktor stres di Saudi yang menjadi pemicu," jelasnya.
dr Nurbaiti menambahkan, pesan-pesan "menakutkan" yang diterima jamaah saat masih di Tanah Air kadang memunculkan tekanan tersendiri. Misalnya, jangan sampai terpisah dari rombongan agar tidak tersesat. "Kalau di masjid, kadang ada jamaah yang nabrak-nabrak orang sambil megangi mukena teman di depannya. Itu karena ada rasa takut terpisah atau kesasar," cerita Nurbaiti.
Suasana baru, perasaan tertekan karena sendiri saat tersesat, tak bisa berbahasa Indonesia, kelelahan, plus mungkin bakat yang ada, bisa menjadi pemicu gangguan kejiwaan. "Kalau sudah ketemu rombongannya, sudah sehat kembali," jelasnya.
Saat ini pasien psikiatri yang dirawat di BPHI tinggal satu orang. Sedangkan pasien sakit fisik juga tinggal beberapa saja. Sebagian besar pasien telah dievakuasi ke Makkah untuk umroh dan menanti puncak haji yang diperkirakan jatuh pada Sabtu 5 November. Evakuasi dilakukan dengan diangkut mobil ambulans. Jarak Madinah-Makkah sekitar 450 km. (mch/ msd)