0 menit baca 0 %

Pantang mundur: Anak-anak belajar membaca Alquran meski Terbata-bata

Ringkasan: Kuansing (Kemenag), Inuman Rabu 12 Desember 2025, - Ba'da shalat magrib berjama'ah di Surau Nurul Iman Pulau Busuk Jaya Kec Inuman. Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Inuman kembali menunjukkan dedikasinya dalam memberantas buta aksara di desa Pulau Busuk Jaya. Surau Nurul Iman menjadi saksi kesungguhan...

Kuansing (Kemenag), Inuman Rabu 12 Desember 2025, - Ba'da shalat magrib berjama'ah di Surau Nurul Iman Pulau Busuk Jaya Kec Inuman. Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Inuman kembali menunjukkan dedikasinya dalam memberantas buta aksara di desa Pulau Busuk Jaya. 

Surau Nurul Iman menjadi saksi kesungguhan anak-anak dalam belajar membaca Alquran. Meski masih terbata-bata, mereka tidak pernah menyerah. Dengan semangat pantang mundur, anak-anak ini terus berlatih membaca ayat-ayat suci Alquran, meskipun kadang-kadang mereka mengalami kesulitan.

Di bawah bimbingan Penyuluh Agama Islam yang sabar dan teliten, anak-anak belajar membaca Alquran dengan tekun. Mereka membaca berulang-ulang, memperbaiki setiap kesalahan, dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan mereka, meskipun masih ada yang terbata-bata, tetapi mereka tidak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar.

Kegiatan belajar membaca Alquran di Surau Nurul Iman ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Alquran anak-anak, tetapi juga membentuk karakter mereka. Mereka belajar untuk menjadi lebih sabar, gigih, dan pantang menyerah. 

Anak-anak yang belajar membaca Alquran di Surau Nurul Iman ini berasal dari berbagai latar belakang. Namun, mereka semua memiliki satu tujuan yang sama, yaitu untuk bisa membaca Alquran. Dengan semangat pantang mundur, mereka terus berjuang untuk mencapai tujuan mereka.

Semoga semangat pantang mundur anak-anak ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Mari kita dukung dan motivasi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Alquran. "Dengan demikian, kita dapat membentuk generasi yang kuat dan berakhlak mulia, yang dapat menjadi penerus bangsa "ujar Penyuluh Agama Islam Satriadi Notra(SN).