0 menit baca 0 %

Panitia MTQ Aceh XXXIII Tahun 2017 Study Banding e-MTQ di Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Dalam rangkat menyuksekskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Aceh XXXIII Tahun 2016 di Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Provinsi Aceh dan Pantia Penyelenggara MTQ melakukan studi banding tentang Penggunaan Aplikasi elektronik MTQ (e-MTQ) di Provinsi Riau...

Pekanbaru (Inmas)- Dalam rangkat menyuksekskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Aceh XXXIII Tahun 2016 di Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Provinsi Aceh dan Pantia Penyelenggara MTQ melakukan studi banding tentang Penggunaan Aplikasi elektronik MTQ (e-MTQ) di Provinsi Riau yang merupakan Provinsi pertama yang melaksanakan e-MTQ pasca keluarnya keputusan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI tentang e-MTQ.

Sebanyak 8 orang rombongan Pemprov Aceh dan Panitia MTQ Aceh yang diketui oleh Ridwan Johan, disambut oleh Kakanwil Kemenag Riau diwakili Kabid Penaizawa Drs H Irhas, Kabag TU HM Saman S Sos, Karo Kesra Syafrial, Ketua Harian LPTQ Riau Dr H Asyari Nur SH MM, Kabag Keagamaan, Kasi MTQ Bidang Penaizawa dan beberapa orang pegawai Kanwil Kemenag Riau di Aula Mini Kanwil Kemenag Riau, Selasa (20/12/2016).

Dalam pemaparan Ketua rombongan Study Bandig e-MTQ Aceh Ridwan Johan, tujuan study banding tersebut untuk silaturrahim, berbagi pengalaman, khususnya untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang aplikasi e-MTQ agar Aceh bisa menjadi Provinsi ke 2 yang menggunakan Aplikasi e-MTQ seteleh Provinsi Riau pada MTQ Provinsi Tahun 2016.

“Kita di Provinsi Aceh, seleksi MTQ sudah dilakukan mulai tingkat Kampung hingga tingkat Provinsi. Sementara perhatian pemerintah terhadap peserta MTQ yang mengukir prestasi cukup besar, untuk juara Nasional diberi apresiasi Rp200 juta, dan seterusnya. Dan kita juga sudah menegaskan untuk menggunakan anak daerah mulai dari tingkat daerah sampai nasional,” jelasnya.

Namun, kata Ridwan Johan yang juga menjabat sebagai ketua harian LPTQ Aceh, untuk penggunaan aplikasi e-MTQ, Aceh masih tabu karena baru akan melaksanakan. Untuk itu, ia sangat berharap agar Provinsi Riau melalui Kemenag, LPTQ ataupun Pemprov memberikan informasi yang lengkap tentang hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Riau Dr H Asyari Nur SH MM, menjelaskan, Riau memang Provinsi pertama yang melaksanakan aplikasi e-MTQ pada pada event musabaqah. Dan pada pelaksanaan e-MTQ memang masih banyak kekurangan, dan juga mendapat pro dan kontra dari beberapa pihak. Karena dengan penggunaan e-MTQ, jaringan peserta MTQ dari luar daerah Provinsi Riau sangat terbatas.

“Pada tahap awal penggunaan aplikasi e-MTQ kemarin masih terjadi kebocoran dengan adanya peserta dari luar. Dan berdasarkan hasil evaluasi, pada e-MTQ ini perlu melibatkan Disdukcapil agar tidak ada lagi pemalsuan identitas, sehingga peserta MTQ benar- benar murni anak daerah,” jelas Asyari.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Riau melalui Kabid Penaiszawa Drs H Irhas, pelaksanaan e-MTQ Riau termasuk sukses walau masih ada beberapa kekurangan. Namun secara perangkat dan personal mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau.

“Kita sudah memebrikan dukungan maksimal untuk pelaksanaan MTQ Riau tahun 2016. Namun untuk tahun 2017, tentu kita masih akan melakukan pemebenahan-pembenahan agar syiar Islam benar- benar dapat diterapkan dan dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat di Riau, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ungkap Kabiro Kesra Syafrial.

Sebelum kegiatan study banding Pantia MTQ Aceh berlanjut secara teknis, kegiatan tersebut ditandai dengan pemberian cendera mata dari MTQ dan Pemerintah Provinsi Riau untuk peserta studi banding. (mus/jon)