Pekanbaru (Inmas). Dalam rangka memotivasi seluruh peserta KSM tingkat Provinsi 2016 yang dipusatkan di Kota Pekanbaru, panitia pelaksana mendatangkan DR. M. Fakhri, MA Ust kondang Provinsi Riau yang juga Kasi Zakat Wakaf, Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Riau untuk memberikan penyegaran serta motivasi bagi seluruh peserta dan pendamping agar lebih giat dalam menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang berbasis agama Islam demi mewujudkan insan beriman yang cerdas yang menguasai Imtaq dan Iptek, hal ini disampaikan oleh ketua panitia H. Masnur, SE kepada Inmas di sela acara Selasa sore (26/07) bertempat di Hotel Zaira Pekanbaru.
Kita sengaja mengundang DR Fakhri untuk memberikan pencerahan kepada peserta yang telah menguras seluruh kemampuan dalam kompetisi dari pagi menjelang siang tadi, hal ini disarankan oleh Plh.Kabid Penmad Ilyas, M.Ag berdasarkan pengalaman KSM tahun sebelumnya, tausiyah yang disampaikan oleh DR. Fakhri nampaknya bisa menimbulkan ghirah para peserta dengan antusias mereka mendengarkannya, tambah Masnur.
Dalam tausiyahnya DR. Fakhri menekankan bahwa orang yang berilmu itu tidak boleh jauh dari Al-Qur’an, kalau ingin pintar Al-Qur’an jangan sampai jauh dari kita, ulama-ulama terdahulu seperti Imam Taba Taba’i, Imam Syafi’i dan ulama lainnya mereka pada umur balita sudah hafal Al-Qur’an dan bisa menghatamkan Al-Qur’an 2 kali sehari bukan sekali 2 hari, artinya apabila kita ingin menjadi pintar maka Al-Qur’an harus selalu ada dalam hati dan fikiran kita, urusan kita belajar dan yang memintarkan kita adalah Allah SWT, urusan kita berusaha yang mengabulkan adalah Allah, tugas kita berobat dan yang menyembuhkan adalah Allah, begitulah ketentuan yang harus kita lakukan, kita urus urusan kita dan jangan kita urus urusan Allah, berusaha itu wajid namun yang memutuskan adalah Allah SWT, urai Fakhri.
Perlunya kompetisi seperti ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan pengetahuan sains dan teknologi bagi siswa madrasah yang terintegrasi dengan pendidikan agama Islam, siapa yang menguasai ilmu pengetahuan dan informasi maka dialah yang akan menguasai dunia, sebagai informasi bagi peserta sekalian bahwa ilmuan Islam itu jauh lebih maju dari ilmuan barat tersebut, menurut sejarah selama 750 tahun umat Islam itu mencerdaskan orang barat/bangsa barat, oleh sebab itu mari semakin rajin menuntut ilmu dan selalu dekat dengan Al-Qur’an. Sebetulnya ilmu itu ada 2; 1 Ilmu Kasafi yaitu ilmu yang dipelajari sepertiyang anak-anak lakukan saat ini dan yang ke.2 yaitu Ilmu Laduni atau ilmu yang datang dari sisi Allah SWT, ilmu ini didapat dengan iman dan amal, ilmu inilah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Nabi-nabi sebelumnya.
Sebagai contoh, kendaraan Nabi SAW pada masa dahulu adalah Onta, menurut penelitian ahli binatang bahwa binatang Onta yang ada di Arab setelah 1 kali minum air maka selama 3 bulan tidak bertemu air akan tetap bisa berjalan, apakah ada kendaraan sekarang yang katanya canggih setelah mengisi full tangkinya selama 3 bulan akan bisa jalan? Hal seperti inilah yang perlu ananda teliti dan kembangkan, tugas anak-anaklah yang akan menelitinya, tambah Fakhri.
Dengan berkembangnya pengetahuan maka berkembanglah pemahaman masyarakat kita, dahulu MUI pernah mengharamkan memakan kepiting karena dianggap hidup pada 2 alam, namun setelah diadakan penelitian oleh seorang ilmuan yaitu seorang DR maka ditelitilah bahwa kepiting apabila berada di daratan dia menyimpan air pada cangkangnya sehingga ia tidak bisa lama di daratan, sehingga terbukti kepiting hanya bisa hidup di air maka diputuskan kembali oleh MUI bahwa kepiting halal di makan bagi umat Islam, didalam Islam dilarang meminta-minta karena apabila mereka meminta-minta maka mereka akan menutup rezekinya sendiri, hanya dengan ilmulah kita bisa selamat baik dunia maupun diakhirat, mari terus dan terus menuntut ilmu agar kita selamat dunia dan akhirat, pungkas Fakhri.(AZ)