Riau (Inmas) - Performa santri kian hari makin berkibar, geliat jiwa seni santri yang dibungkus dalam beragam pertunjukan membuat sebuah pentas Seni Panggung Gembira layak menjadi motivasi dan girah baru dalam dunia pendidikan. Tak terkecuali PP Al Kaustar yang sudah berdiri sejak 30 Tahun lalu tersebut.Â
Tahun ini kembali Ajang rutin tahunan yang dinamakan Panggung Gembira digelar oleh santri AlKaustar pada Sabtu malam 23 Semtember 2017. Ribuan penonton terlihat antusias mengikuti berbagai aksi dan penampilan. Hadir pada kesempatan itu Drs H Ahmad Supardi MA Kakanwil Kemenag Riau yang juga jebolan anak pondok, Kasubbag Informasi dan Humas Dedi Sahrul S Kom MSi, berserta Tim Inmas, Ketua Yayasan Balai Pondok Dr H Sarjana Jamak MA, Pimpes AlKaustar Ustadz Muhammad Hanif SH I, para guru guru, wali santri dan seluruh santri dan tamu undangan lainnya.
Tahun ini saya diundang untuk menghadiri dan menyaksikan secara langsung panggung gembira Santri Alkaustar ungkapnya saat memberi sambutan pada pembukaan acara Pentas Seni yang dijuluki Panggung gembira itu. "Saya bangga bisa hadir disini bersama seluruh elemen pondok yang menyelenggarakan acara ini", katanya.
Kakanwil yang juga merupakan Alumni pondok mengungkapkan pondok bukanlah barang asing baginya, selama menempuh pendidikan di pondok selama tujuh tahun ia mengaku sangat menikmati hasilnya saat ini. Untuk itu ia mengajak para wali santri agar tidak usah diliputi rasa khawatir selama anak anak menjalani studinya di pondok.
"Cikal bakal generasi yang berguna, orang orang besar dan bisa mengukir sejarah di negeri ini banyak lahir dari pondok", terang AHS mengingatkan.
Menurutnya ada tiga konsep jika ingin menjadi orang besar, pertama santri harus memiliki passion, dimana passion merupakan semangat dan gairah untuk melaksanakan sesuatu yang digeluti. Sebagai seorang santri harus punya semangat dan yakin dengan diri sendiri dalam menimba ilmu pengetahuan, tidak ada waktu yang terbuang sia sia, bahkan tidur pun merupakan bagian dari pendidikan.
Kedua, lanjutnya harus punya integritas artinya santri harus memiliki sifat amanah yang bisa dipercaya oleh orang lain. Integritas merupakan ajaran utama yang diajarkan di Pondok, hal ini penting untuk membentuk pribadi yang jujur. Dan yang tak kalah urgen santri harus memiliki skill yang merupakan bentuk kemampuan, keterampilan hidup (life skill) yang mungkin belum ada di sekolah umum lainnya, sebut AHS memaparkan konsep dan syarat ketiga yang harus dimiliki oleh seorang santri.
Semoga kedepan, akan lahir generasi hebat dan berkualitas dari pondok AlKausar ini, teruslah belajar dan ukir prestasi dalam hidup, tandas mantan Kemenag Rohul ini menutup orasinya.(vera/adi)