Pekanbaru (Inmas)- Dalam rangka untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi guru agama islam SD dan SMP, Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kementerian Agama Riau melakukan Pembelajaran dan Pembinaan Kurikulum PAI K-13 Angkatan I Tahun 2017.
Kegiatan dilaksanakan dan dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Al Qurโan Drs H Elwizar , dan Panitia penyelenggara Yusri S Pd, di Hotel Stefany City Jalan Tasykurun Pekanbaru, Rabu (29/3/2017) dengan peserta kegiatan sebanyak 90 orang terdiri dari guru PAI sekolah dasar dan tingkat menengah.
Kakanwil dalam sambutannya menyampaikan bahwa penilaian kurikulum PAI merupakan masalah yang sangat urgen terutama bagi para pendidik PAI harus menguasainya. Sampai saat ini Kementerian Agama masih konsisten melaksanakan kurikulum 2013. Karena kurikulum 2013 ini telah didesain sedemikian rupa untuk mempersiapkan Generasi Indonesia Emas di tahun 2045.
"Dalam kurikulum 2013 ini semua materi umum harus bisa dimasuki materi keagamaan. Maka dengan demikian Guru Pendidikan Agama Islam juga harus bisa menguasai dan mengimplementasikan Kurikulum 2013 ini. Selain guru juga harus terus berinovasi agar pembelajaran bisa menyenangkan anak didik," ujarnya.
Menurutnya, guru harus tahu strategi yang tepat agar nilai-nilai keagamaan pada anak didik dapat dengan mudah diterima dan menghasilkan anak didik yang berkarakter, jujur, kuat serta memiliki kepedulian sosial yang matang, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin berat dan mampu bersaing secara positif di tengah masyarakat, bangsa dan negara.
Sementara itu Panitia Penyelenggara kegiatan, Yusri S Pd, menyebutkan, tujuan kegiatan kegiatan dalam rangka pengembangan pembelajaran dan peningkatan kurikulum Pendidikan Agama Islam agar para guru PAI bisa memahami tehnik penilaian yang meliputi 3 aspek, yakni pengetahuan, sikap dan ketrampilan, GPAI mampu merencanakan, mengembangkan instrumen, dan melaksanakan penilaian hasil belajar. (mus/anto)