0 menit baca 0 %

PAI Kuantan Tengah Gelar Bimluh Keagamaan di Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, Wujudkan Pembinaan Iman Bagi Warga Binaan

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Dalam rangka meningkatkan pembinaan keagamaan dan menumbuhkan kesadaran spiritual bagi warga binaan, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Kuantan Tengah melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keagamaan di Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, Jumat, 07 November  2025....


Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka meningkatkan pembinaan keagamaan dan menumbuhkan kesadaran spiritual bagi warga binaan, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Kuantan Tengah melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Keagamaan di Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan, Jumat, 07 November  2025. 

Kegiatan ini diisi dengan ceramah dan dialog interaktif bertemakan “Menata Hati dan Iman untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik”. Penyuluh Agama Islam memberikan pencerahan tentang pentingnya taubat, memperbaiki diri, dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup, meskipun dalam kondisi terbatas.

Kepala KUA Kecamatan Kuantan Tengah, H. Jefri Eriadi, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimluh keagamaan ini merupakan bentuk kepedulian Kementerian Agama terhadap pembinaan rohani warga binaan. “Melalui kegiatan ini kita ingin menghadirkan suasana religius dan memberi motivasi agar para warga binaan mampu memperbaiki diri serta memiliki semangat baru untuk kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” ujar H. Jefri. 

Sementara itu, pihak Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap agar pembinaan keagamaan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, karena dinilai mampu menumbuhkan ketenangan batin dan memperkuat nilai-nilai moral para warga binaan lapas. Ujarnya. 

Penyuluh agama yang ikut adalah Jabrius Jas dan Fitri Hamdani sebagai narasumber  Ade Juniawan sebagai MC, Karnaini sebagai Pembaca Ayat Suci Al-Qur'an,  ikut juga penyuluh agama Islam kecamatan Kuantan Tengah Ernita, Lasmiadi, Ramdani, Ernawati dan Prihasni. 

Sedangkan peserta bimluh berjumlah sekitar 40 orang napi dan bukan semuanya. Masih banyak lagi yang lainnya yang tidak ikut. 

Kegiatan Bimluh berlangsung dengan khidmat dan penuh perhatian antusiasme. Para warga binaan mengikuti dengan serius, bahkan beberapa di antaranya menyampaikan testimoni bahwa kegiatan seperti ini memberikan harapan dan kekuatan spiritual bagi mereka.

Dengan adanya Bimluh Keagamaan ini, diharapkan warga binaan dapat terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta siap menjadi insan yang berguna bagi keluarga dan masyarakat setelah selesai menjalani masa pembinaan. (Pri)