Kuansing (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Kuantan Tengah, Prihasni, terus berperan aktif dalam pembinaan mental dan spiritual pegawai melalui kegiatan keagamaan yang bermakna dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyampaian materi tentang makna dan keutamaan kata istighfar sebagai bagian dari penguatan karakter dan ketenangan batin aparatur Sipil NegaraÂ
Kegiatan berpusat di Mushalla Al-Ikhlas Kemenag Kuansing, yang mana kegiatan pembinaan mental rohani pegawai ini sekali seminggu dilaksanakan, yaitu setiap hari Kamis.Â
Biasanya dihadiri oleh Kakankemenag H. Suhelmon, Kasubag TU, H. Bakhtiar. shaleh, Kasi-Kasi dijajaran Kankemenag Kuansing, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Kepala KUA Kuantan Tengah dan seluruh ASN Kantor Kemenag, Kemenhaj dan KUA Kuantan Tengah. Kamis, 18 Desember 2025.Â
Dalam pembinaan tersebut, PAI Kuantan Tengah menjelaskan bahwa istighfar bukan sekadar ucapan permohonan ampun, melainkan bentuk kesadaran diri manusia atas keterbatasan serta kebutuhan akan pertolongan Allah SWT. Istighfar mengajarkan nilai kerendahan hati, introspeksi, dan semangat memperbaiki diri, yang sangat relevan dalam kehidupan kerja sehari-hari.
Kita sering mengucapkan istighfar, kebanyakan orang menyebut artinya memohon ampun kepada Allah SWT. Namun disebalik itu, kata Istighfar punya 2 makna yaitu meminta kepada Allah SWT agar aib-aib kita di atas dunia ini ditutup. Cukup Allah SWT dan kita pribadi yang tahu aib kita. Karena dampak dibuka aib sangat merendahkan.Â
Kedua, makna istighfar itu meminta kepada Allah SWT, agar kelak dihari Kiamat nanti dosa-dosa yang kita lakukan tidak dibalas oleh Allah SWT alias diampuni.
Melalui pemahaman makna istighfar, para pegawai diajak untuk menjadikan amalan ini sebagai sarana menjaga kesehatan mental, mengelola tekanan pekerjaan, serta membangun sikap ikhlas dan sabar dalam menjalankan tugas. Istighfar juga diyakini mampu menumbuhkan ketenangan hati, memperkuat optimisme, dan meningkatkan etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Diakhir acara Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kuansing H. Suhelmon menyampaikan arahan pada pembinaan mental pegawai ini diharapkan dapat mendukung terciptanya Aparatur Sipil Negara yang tidak hanya profesional secara kinerja, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Dengan keseimbangan tersebut, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik, humanis, dan penuh tanggung jawab. Ucap H .Suhelmon. (Pri)