<!--[if gte mso 9]><xml>
Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
</xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>
</xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]>
<style>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
</style>
<![endif]-->
Indragiri Hulu, (Inmas). 10
November merupakan suatu peringatan setiap anak bangsa Indonesia yang dikenal
dengan “Hari Pahlawan”. Peringatan Hari Pahlawan tersebut telah dimulai
semenjak 73 tahun silam. Apakah pahlawan-pahlawan tersebut hanya sebatas kepada
pelaku saat terjadinya peristiwa tersebut ? Apakah kita sekarang ini tidak
berkeinginan menjadi pahlawan masa kini ? Atau sudah tertutupkah peluang setiap
generasi pasca peristiwa tersebut ? Banyak cara agar setiap insan dapat menjadi
pahlawan tanpa ia memproklamirkan kepahlawanannya. Jadilah pahlawan di setiap
kesempatan maupun potensi yang ada pada diri kita sehingga kita sebagai anak
bangsa merupakan bagian dari pahlawan dalam mencapai tujuan negara kesatuan
Republik Indonesia. (tulang)