Kuansing ( inmas ) Pemberantasan buta aksara Al-Qur'an merupakan salah satu fokus utama bagi Penyuluh Agama Islam Non PNS. Hal ini dikarenakan masih banyaknya yang belum pandai untuk membaca Alqur'an di tengah masyarakat kita, baik itu dikalangan anak muda, dewasa maupun yang sudah lanjut usia.
Hari ini, Senin 02 Februari 2020 Nur fitri yeni Penyuluh Agama Islam Non PNS yang bertugas di Kantor Urusan Agama Kecamatan Gunung Toar melakukan tugas penyuluhannya yaitu pemberantasan buta aksara Al-Qur'an pada murid SMP Satu Atap Gunung Toar di Desa Petapahan.
Kegiatan ini dilakukan untuk membantu anak murid SMP satu atap Gunung Toar agar bisa membaca Al-Qur'an yang baik dan benar. Tentunya kegiatan penyuluhan yang dilakukan Nur fitri yeni ini mendapat dukungan penuh dari kepala sekolah dan guru SMP Satu Atap Gunung Toar, mereka sangat berterima kasih atas bantuan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Non PNS Gunung Toar ini dalam mengajarkan murid murid SMP Satu Atap Gunung Toar untuk pandai membaca Alqur'an dan berharap kegiatan ini akan terus berlanjut untuk membantu murid murid yang belum bisa membaca Alqur'an agar pandai membaca Al-qur'an dengan baik dan benar.
Sekolah sudah mendata murid-murid yang tidak bisa membaca Alqur'an mulai dari kelas 1 SMP sampai dengan kelas 3 SMP, lalu digabungkan dan itulah yang akan mengikuti kelas belajar membaca Alqur'an bersama Nur fitri yeni. Pembelajaran buta aksara Alqur'an di SMP Satu Atap Gunung Toar ini dilakukan pada setiap hari Senin siang selepas murid murid pulang sekolah.
Salah satu bentuk kerja nyata Penyuluh Agama Islam ini sudah dirasakan masyarakat, salah satunya bagi murid murid SMP Satu Atap Gunung Toar ini.
Semoga para penyuluh yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Agama ini semankin giat dan semangat dalam menjalankan tugas tugasnya, tidak hanya pemberantasan buta aksara alqur'an saja, tapi juga fokus fokus pada kerja nyata yang lainnya juga bisa segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat, terutama masyarakat kuantan singingi khususnya. ( NF )