Riau (Inmas)- Operator Education Management Information System (EMIS) pada pondok pesantren (Pontren) merupakan corong bagi Kementerian Agama dalam melaksanakan pelayanan pendidikan. Untuk itu, operator EMIS Pontren harus input data secara akurat, valid dan akuntabel.
Hal tersebut ditegaskan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, didampingi Kasi Pondok Pesantren H Zulfadli Lc dan Janheri S Ag saat memberikan materi pada kegiatan Orientasi Operator Data EMIS Pendidikan Agama dan Keagaman Islam, Ahad (7/5/2017) di Hotel Cama Baio Pekanbaru.
“Pondok pesantren sekarang dan dulu tidak sama lagi, pesantren sekarang harus mengerti pentingnya data yang valid, data harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena operator EMIS di pondok pesantren adalah corong Kanwil Kemenag dalam melaksanakan pelayanan pendidikan. Data sangat penting dalam pendidikan keagamaan Islam, khususnya untuk dana BOS, PIP dan UNPK,” ujarnya dan berharap agar Operator EMIS dapat melakukan pendataan dengan benar dan akurat sesuai dengan keadaan riil pondok pesantren.
Selain itu, kata Ahmad Supardi, dengan Orientasi
Operator EMIS dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para operator EMIS pada
Pondok Pesantren dalam melakukan tugasnya, serta melakukan pemutakhiran data
EMIS secara berkala.
Ditambahkan Kasi Pondok Pesantren H Zulfadli Lc, kegiatan yang mengangkat tema Dengan EMIS Kita Ciptakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam yang Valid dan Akuntabel diikuti oleh 40 orang peserta terdiri dari 12 orang operator Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren 12 Kabupaten/ Kota, 28 orang operator EMIS Pontren Penyelenggara Program Wajardikdas/ muadalah dari 9 Kabupaten/ Kota Provinsi Riau.
"Tujuan kegiatan ini untuk menjadikan data EMIS sebagai satu- satunya sumber pendataan yang valid, akuntabel dan tepat waktu,” pungkasnya. (mus/jon)