Bengkulu
(inmas), Disela-sela waktu pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang
dilaksanakan di Propinsi Bengkulu dari tanggal 24 s/d 29 September 2018,
Ofisial KSM Kemenag Kota Pekanbaru menyempatlkan diri untuk melihat Danau
Dendam Tak Sudah. Kamis (27/09).
Danau Dendam Tak
Sudah (DDTS) adalah sebuah danau yang terletak di Kota Bengkulu tak begitu jauh
dari tempat pelaksanan KSM. Danau ini pada tahun 1936 ditetapkan sebagai cagar
alam dengan luas 11,5 hektare oleh pemerintah Hindia Belanda.
Menurut salah
seorang warga yang ada di sekitar DDTS yang bernama Syamsuddin (70 tahun)
menceritakan kepada tim inmas Kemenag Kota Pekanbaru bahwa asal mula sebutan
DDTS ini ada dua pesri, Pertama: untuk menahan banjir, Belanda membuat
bendungan (dam), namun pekerjaan pembuatan bendungan tersebut belum selesai,
mereka telah pergi kalah perang dengan Jepang. Sehingga masyarakat Bengkulu
kecewa, dendam kepada Belanda, akhirnya
dinamakan DDTS besaral Dam yang tak selesai. Ungkapnya. Kedua: Ada sepasang
muda mudi sedang berlayar di tengah danau memadu kasih, yang perempuan terjatuh
dari dan tenggelam, tidak ditemukan. Sehingga pemuda senatiasa memikirkan
(meredam) rasa cintanya. Sehingga dinamakanlah DDTS. Ungkap Syamsuddin. Bahasa
awaknya cinta tak sampai.(Idris)