0 menit baca 0 %

Nilai Agama Mendasari Lahirnya Pancasila

Ringkasan: Riau (Inmas) Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan di Kanwil Kemenag Prov. Riau memang mengalami keterlambatan tetapi hal ini tidak mengurangi nilai-nilai Pancasila serta antusias peserta upacara yang mengikuti upacara ini, Senin (05/06), di Lapangan Kanwil Kemenag Prov.

Riau (Inmas) – Pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila yang dilaksanakan di Kanwil Kemenag Prov. Riau memang mengalami keterlambatan tetapi hal ini tidak mengurangi nilai-nilai Pancasila serta antusias peserta upacara yang mengikuti upacara ini, Senin (05/06), di Lapangan Kanwil Kemenag Prov. Riau. Ka.Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, langsung bertindak sebagai inspektur Upacara yang sekaligus memberikan amanat mengenai sejarah Hari Lahirnya Pancasila dan makna Pancasila bagi kita sebagai warga negara Indonesia yang taat.

“Seperti yang kita ketahui bersama, Bapak Presiden Jokowi sudah menetapkan bahwa Hari Lahir Pancasila jatuh pada tanggal 1 Juni 1945, maka dari itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang taat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Meskipun kita sudah terlambat melaksanakan upacara ini, tetapi saya berharap esensi, nilai dan kekhidmatan kita dalam melaksanakan upacara ini tidak berkurang,” papar Ahmad Supardi.  

Beliau menambahkan bahwa Pancasila lahir dari hasil perjuangan rakyat Indonesia dalam memerdekakan negara tercinta kita ini, tentunya hal tersebut tidak terlepas dari perjuangan para ulama yang tidak hanya memerdekakan negara ini tetapi memperjuangkan agama kita hingga setiap warga negara memiliki hak untuk memiliki agama dan kepercayaan yang diyakininya.

“Sila-sila pada Pancasila dijiwai oleh nilai-nilai agama yang diakui oleh negara ini yaitu Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Kong Hu Chu. Terutama pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, hal ini menunjukkan bahwa NKRI merupakan negara yang berdasarkan pada agama sehingga setiap proses berlangsungnya negara didasari oleh nilai-nilai agama. Kemudian sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, semua agama pasti mengajarkan kehidupan sosial yang baik dan damai yang akhirnya akan menciptakan kondisi seperti sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia,” jelas Supardi biasa dipanggil akrab.

Kemudian Beliau juga melanjutkan sila berikutnya yaitu sila keempat dan kelima menunjukkan bahwa proses dalam menentukan kebijakan dan keputusan dalam hal bernegara dilaksanakan secara musyawarah untuk mencapai kata mufakat dan yang pada akhirnya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa segala sesuatu yang sudah ditetapkan sudah menjadi keputusan bersama dan wajib untuk dilaksanakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Beberapa waktu yang lalu pada saat saya menghadiri Acara Kementerian Agama Pusat dengan narasumber Panglima TNI, Jend. Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa apabila sila pertama sampai dengan sila keemapat tidak dapat dilaksanakan dengan baik maka sudah dapat dipastikan sila kelima tidak akan terlaksanakan dengan baik bahkan terjadi perpecahan,” papar Bapak penulis buku ini.

Sebagai penutup amanat, Beliau mengatakan bahwa Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa, maka sudah sepantasnya kita sebagai pelayan masyarakat serta memberikan contoh kepada masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara dan beragama. (nvm/ady) Â