0 menit baca 0 %

Nengah : Jangan Mudah Diprovokasi

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Sebagai satu upaya menjaga keamanan dan kedamaian umat beragama di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, Korem 031/WB menggelar doa bersama, di aula Makorem, Rabu (16/11). Hadir dalam acara tersebut tokoh lintas agama,Islam, Hindu,Kristen dan Budha.

Pekanbaru (Inmas)- Sebagai satu upaya menjaga keamanan dan kedamaian umat beragama di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, Korem 031/WB menggelar doa bersama, di aula Makorem, Rabu (16/11). Hadir dalam acara tersebut tokoh lintas agama,Islam, Hindu,Kristen dan Budha. Acara ini dipimpin langsung Danrem 031/WB Brigjen TNI Nurendi didampingi Kapolda Kapolda Riau Brigjen Pol Zulkarnain dan Perwira TNI lainnya. Danrem 031/WB Brigjen TNI Nurendi mengatakan, acara Doa bersama ini sebagai momentum dan menjadi ajang silaturahmi bagi TNI-Polri dan umat beragama, dalam rangka membangun kebersamaan dan sinergitas untuk kesejahteraan dan Keamanan bangsa. " TNI Polri dan Masyarakat serta semua agama harus bersatu padu dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Karena kita semua adalah perekat dan merupakan alat pemersatu bangsa ini, jangan mudah terprovokasi aksi apapun" imbaunya. keinginan ini juga mendapat respon positif dari semua tokoh agama. Termasuk tokoh agama Hindu. Pemuka agama Hindu Pinandita Kawit yang hadir dalam acara tersebut, menyambut baik acara ini. Sebab, acara ini diharapkan semakin menguatkan soliditas, agar selalu bersatu padu." untuk itu, kami melakukan doa bersama agar bangsa dan daerah Riau ini aman dan tentram. Kami dari perwakilan agama Hindu hadir diacara tadi sebanyak 20 orang," sebutnya seraya mengatakan, jumlah umat Hindu se-Provinsi Riau sebanyak 21 ribu lebih. Sementara di Kota Pekanbaru sekitar 3 ribu lebih. Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Riau Nengah Sujati S.Ag menyebutkan,acara seperti ini memang harus ditaja, agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan. " Sangat bagus, karena bisa meredam kejadian apapun. Kami sambut baik dan kami senang, apalagi doa bersama, yang tujuannya untuk menentramkan umat, agar tidak ada perpecahan," katanya. Lebih lanjut disebutkannya, adanya aksi dan Informasi menyesatkan terutama di medsos belakangan ini. Apalagi mengadu domba dan kerukunan umat, tidak perlu dipercaya. Sebab, ada yang sengaja dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu yang bertujuan untuk memprovokasi serta mengadu domba. Masyarakat juga diharapkan jangan mudah terpancing dan terprovokasi, masyarakat diharapkan dapat mengecek kebenarannya dulu.