0 menit baca 0 %

Nasuha, S.Pd.I : Dua Cahaya Yang Akan Menerangi Dua Kegelapan

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) - Bertempat di Masjid Agung Al-Ikhlas Bagansiapiapi, Jumat (17/6) Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir secara rutin setiap pagi Jumat selama bulan suci ramadhan menyelenggarakan acara Taushiyah Ramadhan. Pada Taushiyah Ramadhan pagi jumat minggu kedua bulan ramadhan kali ini m...

Rokan Hilir (Inmas) - Bertempat di Masjid Agung Al-Ikhlas Bagansiapiapi, Jumat (17/6) Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir secara rutin setiap pagi Jumat selama bulan suci ramadhan menyelenggarakan acara Taushiyah Ramadhan.

Pada Taushiyah Ramadhan pagi jumat minggu kedua bulan ramadhan kali ini menghadirkan penceramah dari Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir Ustadz Nasuha, S.Pd.I.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir H. Jamiludin, Plt Sekda H. Surya Arfan, para asisten, Kepala Bidang, Kepala Lembaga, para awak media dan kaum muslimin/muslimat.

Wakil Bupati Rokan Hilir H. Jamiludin yang latar belakangnya seorang muballigh dan guru MDA ini dalam sambutan perdananya, menyoroti akan pentingnya persatuan dan kesatuan, fokus dalam bekerja untuk membangun Rokan Hilir agar lebih baik, dengan fashih membacakan ayat Al-Qur`an (Ali Imran : 103)

“Saya tegaskan bahwa tidak ada lagi politik, yang adalah kerja, kerja dan kerja, mari kita bersatu dan jangan bercerai berai untuk menata Rokan Hilir lebih baik,” ungkap Wabup dengan penuh semangat.

Disisi lain, Ustadz Nasuha, S.Pd.I dalam Taushiyahnya menyampaikan tentang fadhilah/keutamaan bulan ramadhan, puasa dan orang yang melaksanaknya.

Dengan membacakan Hadits Qudsi, Ustadz Nasuha menjelaskan, “Allah SWT mengistimewakan umat Nabi Muhammad SAW dengan memberikan dua cahaya yang dapat menerangi dua kegelapan. Dua cahaya tersebut adalah cahaya Ramadhan dan cahaya Al-Qur`an yang akan dapat menerangi dua kegelapan yakni kegelapan alam kubur/barzakh dan kegelapan pada hari qiyamat.”

“Ramadhan dan Al-Qur`an sebagaiman difirmankan Allah, betul merupakan cahaya. Namun jika keduanya tidak difungsikan atau dimanfaatkan oleh umat Nabi Muhammad SAW, maka Ramadhan dan Al-Qur`an tidak akan menjadi cahaya penerang bagi umat itu sendiri,” tegasnya. (Andy)