Mandau (Kemenag) - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Angkatan XVIII Tahun 2025, para narasumber dari KUA Kecamatan Mandau bersama Puskesmas Duri Kota menggelar diskusi evaluatif terkait penyampaian materi kesehatan reproduksi dalam perspektif fikih. Kegiatan berlangsung di aula KUA Mandau pada Kamis (16/10/2025) dan diikuti oleh para narasumber, penyuluh agama, serta tenaga kesehatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Nadia dan Bidan Ayu sebagai narasumber dari Puskesmas Duri Kota, bersama penyuluh agama Islam KUA Mandau sebagai pihak yang berperan dalam pembinaan keagamaan bagi calon pengantin. Diskusi ini berlangsung alot namun konstruktif, menunjukkan komitmen kedua pihak dalam menyelaraskan pendekatan medis dan keagamaan demi memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta Bimwin.
Dalam sesi diskusi, para narasumber membahas berbagai topik penting terkait kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan etika hubungan suami istri dalam pandangan fikih Islam. Dr. Nadia menekankan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi sangat penting diberikan sejak dini kepada calon pengantin agar mereka memahami cara menjaga kesehatan diri dan pasangan secara bertanggung jawab.
โMateri kesehatan reproduksi bukan sekadar bicara tentang aspek medis, tetapi juga tentang kesadaran, tanggung jawab, dan kesiapan mental pasangan dalam membina rumah tangga yang sehat dan berkualitas,โ jelas Dr. Nadia.
Sementara itu, Bidan Ayu menambahkan bahwa keterbukaan dalam komunikasi antara pasangan menjadi bagian penting dari kesehatan reproduksi. Ia berharap para calon pengantin mampu membangun kepercayaan dan saling pengertian sejak awal pernikahan.
Penyuluh agama KUA Mandau turut memberikan pandangan dari sisi fikih, menekankan bahwa menjaga kesehatan tubuh dan reproduksi merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual dalam Islam. Islam menganjurkan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan biologis dan tanggung jawab sosial serta ibadah.
Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah masukan dan kesepakatan untuk memperkuat kolaborasi antara KUA Mandau dan Puskesmas Duri Kota dalam menyampaikan materi Bimwin yang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.
Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Nadia dan Bidan Ayu kepada peserta bimbingan perkawinan, yang disambut antusias oleh para calon pengantin.
Kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara pendekatan medis dan keagamaan menjadi kunci dalam mewujudkan generasi keluarga yang sehat, berakhlak, dan berdaya tahan menghadapi tantangan kehidupan berumah tangga.