Pekanbaru (Inmas), Gerakan pramuka gugus depan (Gudep) persiapan
pangkalan MAN 4 Kota Pekanbaru, Ambalan Mahmud Marzuki dan Aisyah Umar
menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Ambalan. Musyawarah ambalan merupakan
salah satu alat kelengkapan Ambalan disamping alat kelengkapan lain seperti
Pembina Ambalan Penegak, Dewan Ambalan Penegak, Badan Pengurus Harian (BPH) Dewan
Ambalan Penegak, Dewan Adat, Dewan Kehormatan dan Adat Tradisi Ambalan. Semua
alat kelengkapan tersebut saling terkait dan menjadi media pendidikan
partisipatif bagi Pramuka Penegak untuk mengejawantahkan prinsip-prinsip
demokrasi dalam menjalankan roda organisasi di Ambalannya. Ahad (16/02/2020).
Musyawarah Ambalan adalah forum tertinggi para Pramuka Penegak di bawah
bimbingan Pembina Penegak yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun
sekali dan dalam kondisi khusus, dapat diselenggarakan Musyawarah Ambalan Luar Biasa
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan yang diikuti oleh 32 (Tiga puluh dua) orang anggota pramuka inti
ini, dibuka oleh Ketua Gudep Pangkalan MAN 4 Pekanbaru yang juga Wakil Kepala
Bidang Kesiswaan, dengan membacakan sambutan dari Ketua Majelis Bimbingan Gudep
(Kamabigus), Agus Salim Tanjung, MA Kepala MAN 4 Pekanbaru. “Musyawarah ambalan
adalah manifestasi Dasa Dharma Pramuka keempat, yakni patuh dan suka
bermusyawarah, yang secara filosofis merupakan ikhtiar menginternalisasi sila
keempat Pancasila kita”. Diakhir sambutannya, Kamabigus berpesan agar anggota
Pramuka MAN 4 Pekanbaru meneladani figur penggerak seperti Mahmud Marzuki,
seorang da’i pemberani yang mengibarkan bendera merah putih pertama kali di
Provinsi Riau, yang namanya menjadi identitas ambalan MAN 4 Pekanbaru saat ini. (Zhendri)