0 menit baca 0 %

Muspinwil Aisyiyah Riau Teguhkan Peran Perempuan Berkemajuan Menuju Generasi Unggul Muhammadiyah

Ringkasan: Kampar  ( Kemenag )---Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspinwil) 1 Aisyiyah Riau menjadi momentum strategis dalam meneguhkan peran perempuan Muslim berkemajuan dalam pembangunan umat dan bangsa. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium SMA Muhammadiyah Bangkinang Kota, Sabtu (20/12/2025), dan...

Kampar  ( Kemenag )---Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspinwil) 1 Aisyiyah Riau menjadi momentum strategis dalam meneguhkan peran perempuan Muslim berkemajuan dalam pembangunan umat dan bangsa. Pembukaan kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium SMA Muhammadiyah Bangkinang Kota, Sabtu (20/12/2025), dan dihadiri oleh berbagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah, ketua Gabungan Organisasi  wanita ( GOW ) Kab. Kampar Erni Haerani, S.Pd., MM, ketua organisasi wanita  

Pimpinan Pondok Pesantren Mu allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota, Drs. Muhammad Yunus Amran, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan perempuan Aisyiyah dalam memperkuat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Dalam sambutannya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau yang diwakili oleh Wakil Ketua PWM Riau, Dr. Sutarno, M.Ag, menegaskan bahwa kemajuan Persyarikatan tidak hanya digerakkan oleh Muhammadiyah, tetapi juga oleh Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang memiliki peran strategis dan kapasitas yang setara.

Bukan hanya Muhammadiyah yang memajukan pendidikan, tetapi Aisyiyah juga. Kita memiliki Institut Teknologi Aisyiyah Riau. Aisyiyah adalah organisasi spesifik yang kemampuannya sama dengan Muhammadiyah, ujar Sutarno.

Ia menambahkan bahwa setiap cabang Muhammadiyah idealnya memiliki TK Aisyiyah sebagai fondasi pembinaan generasi sejak usia dini. Selain pendidikan, Aisyiyah juga berperan dalam bidang kesehatan dan ekonomi, meskipun untuk wilayah Kampar bidang kesehatan Aisyiyah masih perlu terus dikembangkan. Sutarno juga menyampaikan agenda strategis Persyarikatan, yakni Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang akan digelar pada tahun 2027 di Sumatera Utara, bertempat di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Muspinwil Aisyiyah Riau ini secara resmi dibuka oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah, dr. Salmah Orbayinah, M.Kes., Apt, yang akrab disapa Bayin, melalui sambutan virtual via Zoom Meeting  dikenal sebagai tokoh nasional perempuan Muslim berkemajuan.

Dalam arahannya, Bayin menegaskan bahwa Muspinwil harus menjadi ajang konsolidasi yang aktif dan produktif, bukan sekadar seremonial. Ia menekankan bahwa gerakan Aisyiyah berlandaskan pada Risalah Perempuan Berkemajuan 

Momentum Muspinwil yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu juga disebut sebagai refleksi konkret perjuangan perempuan Aisyiyah dalam menegakkan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam bingkai Islam berkemajuan, sebagaimana diteladankan oleh Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan).

Bayin memaparkan tujuh karakter perempuan berkemajuan menurut Aisyiyah, yaitu beriman dan bertakwa, taat beribadah, berakhlak karimah, berpikir tajdid (pembaruan), bersikap wasatiyah (moderat), melakukan amaliah shalihah, serta memiliki sikap inklusif dan kepedulian sosial.

Ketujuh karakter tersebut diharapkan mampu mendorong perempuan untuk maju dalam iman, ilmu, dan amal, serta berperan aktif dalam penguatan keluarga sakinah, pemberdayaan perempuan, pelestarian lingkungan, kemandirian ekonomi, menjadi aktor perdamaian, dan terlibat dalam gerakan kemanusiaan universal.

Pimpinan Pusat Aisyiyah berharap Muspinwil ini melahirkan keputusan dan langkah konkret yang mampu memperkuat peran Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Muslim berkemajuan yang berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Fatmi