0 menit baca 0 %

Murojaah; Tradisi Pembelajar Unggul

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Tampak lingkaran-lingkaran kecil dibuat oleh siswa/i MAN 4 Pekanbaru, sambil membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang fasih dan tartil, di sela-sela waktu istirahat pembelajaran. Tampak para siswa tersebut saling membenarkan bacaan dan hafalan teman-temannya.


Pekanbaru (Inmas), Tampak lingkaran-lingkaran kecil dibuat oleh siswa/i MAN 4 Pekanbaru, sambil membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang fasih dan tartil, di sela-sela waktu istirahat pembelajaran. Tampak para siswa tersebut saling membenarkan bacaan dan hafalan teman-temannya. Pemandangan ini  dapat dilihat di berbagai sudut madrasah yang berada di bagian utara kota Pekanbaru. Selasa (18/02/2020)

Dalam rangka menguatkan pendidikan karakter siswa, secara kontinyu kegiatan muroja’ah seperti ini, telah menjadi tradisi belajar di MAN 4 Pekanbaru. Kegiatan menjaga hafalan Al-Quran dengan terus-menerus mengulangnya guna meraih mutqin (kuat) dalam bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengamalan.

Kepala MAN 4 Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, MA mengatakan pembiasaan kepada siswa tentang kegiatan murojaah Al-Qur'an tersebut, dilakukan sebagai bentuk proses pendidikan yang holistik, simultan dan berkesinambungan. Hal ini mengimplementasikan program penguatan pembinaan karakter (PPK) yang diharapkan terkritalisasi dalam karakter nilai religiositas bagi peserta didik kita. "Ini adalah wujud kontribusi kami segenap civitas akademika MAN 4 Pekanbaru turut mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan pemerintah", ujar Agus lagi.

Dalam operasionalnya, kegiatan murojaah ini terintegrasi dengan ragam proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuker maupun ekstrakurikuler. Dalam kegiatan intrakurikuler misalnya, sebelum proses pembelajaran dimulai, siswa diminta memuroja'ah ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah ditentukan oleh Bidang Kurikulum madrasah. Selain itu sebagaimana madrasah lainnya, MAN 4 Pekanbaru juga memfasilitasi pembelajaran Tahfidzul Qur'an dalam mata pelajaran (mapel)nya. Proses "setoran hafalan" dalam membuat siswa semakin sering melakukan murojaah berkelompok untuk memantapkan kualitas hafalannya.

Imam masjid Paripurna Babussalam, Ust. Khairul Alam didapuk pihak madrasah menjadi pengajar dalam pembelajaran Tahfidzul Qur'an tersebut. (Zhendri)