Pekanbaru (Inmas), Tampak lingkaran-lingkaran kecil dibuat oleh
siswa/i MAN 4 Pekanbaru, sambil membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang fasih dan
tartil, di sela-sela waktu istirahat pembelajaran. Tampak para siswa tersebut
saling membenarkan bacaan dan hafalan teman-temannya. Pemandangan ini  dapat dilihat di berbagai sudut madrasah yang
berada di bagian utara kota Pekanbaru. Selasa (18/02/2020)
Dalam
rangka menguatkan pendidikan karakter siswa, secara kontinyu kegiatan muroja’ah
seperti ini, telah menjadi tradisi belajar di MAN 4 Pekanbaru. Kegiatan menjaga
hafalan Al-Quran dengan terus-menerus mengulangnya guna meraih mutqin (kuat)
dalam bacaan, hafalan, pemahaman, dan pengamalan.
Kepala
MAN 4 Pekanbaru, Agus Salim Tanjung, MA mengatakan pembiasaan kepada siswa
tentang kegiatan murojaah Al-Qur'an tersebut, dilakukan sebagai bentuk proses
pendidikan yang holistik, simultan dan berkesinambungan. Hal ini
mengimplementasikan program penguatan pembinaan karakter (PPK) yang diharapkan
terkritalisasi dalam karakter nilai religiositas bagi peserta didik kita.
"Ini adalah wujud kontribusi kami segenap civitas akademika MAN 4
Pekanbaru turut mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang
dicanangkan pemerintah", ujar Agus lagi.
Dalam
operasionalnya, kegiatan murojaah ini terintegrasi dengan ragam proses
pembelajaran intrakurikuler, kokurikuker maupun ekstrakurikuler. Dalam kegiatan
intrakurikuler misalnya, sebelum proses pembelajaran dimulai, siswa diminta
memuroja'ah ayat-ayat Al-Qur'an yang sudah ditentukan oleh Bidang Kurikulum
madrasah. Selain itu sebagaimana madrasah lainnya, MAN 4 Pekanbaru juga
memfasilitasi pembelajaran Tahfidzul Qur'an dalam mata pelajaran (mapel)nya.
Proses "setoran hafalan" dalam membuat siswa semakin sering melakukan
murojaah berkelompok untuk memantapkan kualitas hafalannya.
Imam masjid Paripurna Babussalam, Ust. Khairul Alam didapuk
pihak madrasah menjadi pengajar dalam pembelajaran Tahfidzul Qur'an tersebut.
(Zhendri)