Tanggerang (Kemenag) --- Serapan anggaran yang tinggi perlu diikuti dengan program yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi mengutip penyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin pada Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama, Selasa (16/12/2025).
“Semakin tinggi serapan, dianggap semakin sukses dalam konteks penyelenggaraan anggaran. Tetapi apakah betul-betul kita sukses, apakah anggaran kita itu efektif atau tidak, tentu sangat tergantung dari dampak belanja yang kita berikan,”
Lebih lanjut Muliardi yang hadir pada rangkaian kegiatan rapat kerja nasional Kementerian Agama Tahun 2025, mengatakan bahwa tantangan pengelolaan keuangan negara tidak berhenti pada realisasi anggaran, melainkan pada kualitas belanja.
“Bagaimana membelanjakan anggaran itu berkualitas”.
Muliardi juga mengatakan efektivitas belanja negara tidak dapat dilepaskan dari kualitas tata kelola dan pengawasan internal.
“Tata kelola itu bukan sekadar format, akuntabilitas itu soal bisa dipertanggungjawabkan. Jadi bukan hanya sekadar retorika, tapi perlu kita jalankan”.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025 dibuka Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar yang diikuti Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Pusat, Staf Khusus, Staf Ahli dan Tenaga Ahli, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pusat, Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.