0 menit baca 0 %

Muliardi Hadiri Harlah ke-10 MAN IC Siak: Tegaskan Komitmen Cetak Generasi Emas Melayu Cendekia Berwawasan Ekoteologi

Ringkasan: Riau (Kemenag) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-10 MAN Insan Cendekia Siak, Selasa (19/11/25). Peringatan satu dekade madrasah unggulan tersebut mengusung tema Mewujudkan Generasi Emas Mel...

Riau (Kemenag) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-10 MAN Insan Cendekia Siak, Selasa (19/11/25). Peringatan satu dekade madrasah unggulan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Generasi Emas Melayu Cendekia Berwawasan Ekoteologi” yang dikemas dalam agenda UNIC 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Muliardi menyampaikan apresiasi atas perjalanan MAN IC Siak selama sepuluh tahun yang dinilainya penuh capaian, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pendidikan di Riau. “Sepuluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. MAN IC Siak telah membuktikan diri sebagai madrasah yang konsisten menghadirkan prestasi dan inovasi. Kami di Kementerian Agama sangat bangga dengan capaian ini,” ujarnya.

Muliardi menegaskan bahwa tema besar yang diangkat pada peringatan Harlah ke-10 sejalan dengan visi pembangunan pendidikan Kementerian Agama. Menurutnya, generasi emas yang diharapkan bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kecerdasan spiritual, serta jati diri kemelayuan yang tetap terjaga. “Tema hari ini selaras dengan visi pendidikan Kemenag: melahirkan generasi emas yang cerdas, moderat, berkarakter, dan menjaga identitas kemelayuan sebagai khazanah yang membanggakan,” katanya.

Kakanwil juga menyoroti pentingnya wawasan ekoteologi sebagai ciri khas pembelajaran di MAN IC Siak. Ia menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan cara pandang yang menyatukan iman, ilmu, dan kepedulian terhadap lingkungan. “Ekoteologi bukan hanya konsep, tetapi cara pandang hidup. Kita ingin anak-anak madrasah tumbuh dengan kesadaran bahwa iman, ilmu, dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Inilah fondasi membangun peradaban yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Muliardi memberi apresiasi terhadap pelaksanaan UNIC 2025 yang melibatkan berbagai kegiatan pengembangan minat, bakat, dan kreativitas siswa. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang strategis untuk memunculkan ide-ide inovatif dan kepemimpinan siswa madrasah. “Kegiatan UNIC 2025 adalah ruang untuk mengasah kreativitas dan kepemimpinan siswa. Dari sinilah akan lahir ide-ide segar yang membawa madrasah dan daerah kita semakin maju,” tuturnya.

Peringatan Harlah ke-10 MAN IC Siak menjadi momentum untuk memperkuat komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berwawasan ekologis, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Kementerian Agama.