0 menit baca 0 %

MUI, Kemenag Dan Dinas Kesehatan Siak Gelar Sosialisasi Sadar Halal dalam Menyikapi Perilaku Pergaulan Bebas di MAN IC Siak

Ringkasan: Siak (Inmas) Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan masyarakat saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi kemajuan Negara dan Agama untuk kedepannya. Banyaknya kalangan pelajar yang terjerumus kedalam hal-hal yang negatif seakan membuat sesak bagi Kementerian Agama dan Dinas Pendidika...

Siak (Inmas) – Maraknya perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan masyarakat saat ini menjadi momok yang menakutkan bagi kemajuan Negara dan Agama untuk kedepannya. Banyaknya kalangan pelajar yang terjerumus kedalam hal-hal yang negatif seakan membuat sesak bagi Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan. Bagaimana tidak? Pelajar merupakan tolak ukur kita untuk menilai suatu negara itu akan berkembang atau maju untuk kedepannya. Bila saat ini pelajar di Negara kita sudah terjerumus kedalam perilaku menyimpang dan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, bisa kita bayangkan bagaimana Negara kita kedepannya.

Berdasarkan hal tersebut Kementerian Agama Kabupaten Siak bersama dengan Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan menggelar sosialisasi Sadar Halal dalam Menyikapi Perilaku Pergaulan Bebas kesekolah-sekolah.

Drs. H. Muharom selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak mengungkapkan bahwa perilaku menyimpang seperti LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) yang telah menjangkit para pelajar merupakan suatu wabah yang sangat bahaya. Kenapa dikatakan bahaya? Karena apabila Allah SWT telah murka, yang akan dijatuhkan musibah bukan saja mereka. Melainkan seluruh masyarakat sekitarnya juga akan terkena dampaknya.

“Perilaku tersebut dapat terjadi salah satunya dikarenakan kurangnya pemahaman para pelajar akan ilmu Agama. Untuk itu disini Kementerian Agama menghimbau para tenaga pendidik serta orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anak kita. Kenali dan ajarkan anak kita cara bergaul sesuai dengan syariat Islam,” sambungnya.

Sementara itu apabila pelajar kita sudah terlanjur terjerumur kedalam kondisi tersebut, hendaklah kita rangkul mereka. Lakukan pendekatan-pendekatan kemudian lakukan rehabilitas secara psikolog maupun secara Agama, agar pelaku mampu kembali kejalan yang benar.

“Pelaku yang sudah terlanjur terjerumus, jangan kita pojokkan. Jangan kita kucilkan atau malah menjaga jarang. Tapi kita rangkul, lakukan pendekatan-pendekatan psikologis maupun Agama agar mereka kembali ke kodratnya semula,” tambah Yandri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

Sementara itu Dra. Hj Hayatirruh, M.Ed selaku Kepala MAN Insan Cendekia menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya sosialisasi ini perlu dan patut dilakukan guna memberikan pemahaman dan bekal bagi siswa/i nya bahwa LGBT itu merupakan suatu hal yang sangat hina di mata Allah SWT dan memberikan banyak dampak buruk bagi kehidupan. (*ICY)