Kampar (Humas) Masjid adalah media menjalin silaturrahim, bukan perpecahan. Demikian salah satu poin yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kab. Kampar Dr H Mawardi Muhammad Sholeh Lc MA pada acara rapat penentuan arah kiblat Masjid Baitul Ihsan Desa Lipat Kain Kec. Kampar Kiri hari senin (03/02) di Aula Mini Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA, Kepala Subbag Tata Usaha H Muhammad Hakam MAg, Sekretaris MUI Kab. Kampar H Johar Arifin Lc MA, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pengurus Masjid Baitul Ihsan Desa Lipat Kain Kec. Kampar Kiri.
Mawardi mengatakan, Masjid memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan dakwah Islam dan penyebaran syiar-syiar agama Islam. Di sanalah tempat didirikan sholat jama’ah dan berbagai kegiatan kaum muslimin. Masjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini. Di sanalah tempat peribadatan seorang hamba kepada Allah, memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata. Dari sanalah titik pangkal penyebaran tauhid. Allah telah memuliakan masjid-masjid-Nya dengan tauhid. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah”. (QS. Al Jin: 18)
Lebih lanjut Mawardi mengatakan, Tidak ada tempat yang lebih baik dari pada masjid Allah di muka bumi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tempat yang paling dicintai oleh Allah dalam suatu negeri adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika pernah ditanya, “Tempat apakah yang paling baik, dan tempat apakah yang paling buruk?” Beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Aku tidak mengetahuinya, dan Aku bertanya kepada Jibril tentang pertanyaan tadi, dia pun tidak mengetahuinya. Dan Aku bertanya kepada Mikail dan diapun menjawab: Sebaik-baik tempat adalah masjid dan seburuk-buruk tempat adalah pasar”. (Shohih Ibnu Hibban)
Masjid adalah pasar akhirat, tempat bertransaksinya seorang hamba dengan Allah. Di mana Allah telah menawarkan balasan surga dan berbagai kenikmatan di dalamnya bagi mereka yang sukses dalam transaksinya dengan Allah. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan,“Masjid adalah rumah Allah di muka bumi, yang akan menyinari para penduduk langit, sebagaimana bintang-bintang di langit yang menyinari penduduk bumi”
Orang yang membangun masjid, ikhlas karena mengharap ganjaran dari Allah ta’ala akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang membangun suatu masjid, ikhlas karena mengharap Ridho Allah ta’ala, maka Allah ta’ala akan membangunkan rumah yang semisal di dalam surga.” (Muttafaqun’alaihi).
Jika ada orang yang menghambat untuk memakmurkan Masjid bahkan menghancurkan suatu masjid, maka itulah orang yang paling Zholim. Oleh karena itu Dalam rapat penentuan arah kiblat masjid Baitul Ihsan ini, hendaknya jangan sampai membuat kita berpecah belah dan tidak bertegur sapa. Untuk menghindarkan hal tersebut, sebaiknya hal ini di bicarakan oleh tiga lembaga yakni Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Kantor Kemenag Kab. Kampar dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Kampar. Tiga lembaga ini nantinya akan mengeluarkan surat keputusan tentang arah kiblat Masjid Baitul Ihsan. Kepada tokoh agama, tokoh masyarakat pengurus dan jema’ah Masjid Baitul Ihsan Mawardi meminta untuk bisa bersabar dalam mengunggu keputusan yang akan di keluarkan oleh tiga lembaga tersebut, tutupnya. (Ags)