Siak (Inmas) – Dalam materinya ketika membina
112 orang Penyuluh Agama Non PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, H.
Muhammad Saman, S.Sos., M.Si selaku pembicara dari Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Riau menjelaskan tentang letak sentral keberadaan Penyuluh
Agama. “Penyuluh Agama memiliki peranan penting di kalangan
akar rumput (grass roots). Peran tersebut adalah sebagai teladan, panutan,
sekaligus sebagai rujukan dan tempat bertanya masyarakat tentang hal ihwal
keagamaan”, ujarnya membuka.
Sebagai
penyuluh, harus memiliki kesadaran bahwa penyuluhan, penerangan, bimbingan, dan
hal-hal terkait penjelasan hal ihwal keagamaan hendaknya memiliki penjelasan
yang mencerahkan. “Saya ingin menggarisbawahi kata mencerahkan itu. Karena
saudara-saudara penyuluh hakekatnya adalah para dai, juru penerang, maka
sampaikanlah agama dengan pendekatan sedemikian rupa sehingga penjelasan
saudara itu mencerahkan”, ujar Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau tersebut.
Begitu besar peran
penyuluh agama, dengan posisinya menjadikan Penyuluh sebagai garda terdepan
jajaran Kementerian Agama, sebagai pembimbing umat beragama dalam rangka
pembinaan mental, moral dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta segala
aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama. Inilah yang menjadi harapan
bersama hingga terselenggaranya pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS ini dengan
melibatkan narasumber yang berkompeten dibidangnya.
Kehadiran
Penyuluh Agama ditengah-tengah masyarakat sangat dinantikan eksistensinya,
Penyuluh agama hendaknya dapat menjadi barometer bagi pengamalan agama Islam,
dimana agama yang mempunyai nilai-nilai universal dapat diapresiasikan oleh
para penyuluh agama. Karena itu seorang penyuluh ditengah-tengah masyarakat
adalah merupakan figur yang ditokohkan, pemuka agama, tempat untuk bertanya,
begitu pula dengan adanya aliran keagamaan, hendaknya penyuluh agama dapat
menjernihkan, tidak menambah keruh suasana akan tetapi hendaknya dikembalikan
setiap permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat kepada sumber aslinya
yaitu al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad. (Hd)