Riau (Inmas)- Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pekanbaru menggelar Closing Ceremony Intensive English Training (IET) di Halaman MTsN 1 Jalan Diponegoro Pekanbaru, Jumat (17/11/2017).
Acara dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Riau diwakili Kabid Pendis H Asmuni MA, Guru Besar UIR dan UR, Guru Pendamping, orang tua siswa, seluruh peserta dan Siswa MTsN 1 Pekanbaru.
Kakanwil Kemenag Riau diwakili Kabid Pendis H Asmuni MA mengatakan, agar siswa madrasah terus belajar berbagai bidang ilmu dengan menanamkan niat belajar adalah untuk ilmu,bukan belajar untuk mendapatkan nilai atau karena ujian.
“Kita sangat mengapresiasi Program IET ini karena ini juga merupakan ilmu pengetahuan. Dan MTsN Andalan telah membuat kreatif kurikulum untuk meningkatkan mutu madrasah, dan ini juga kita tekankan kepada seluruh madrasah yang ada di Riau, agar memiliki target- target pencapaian sehingga Madrasah Lebih Baik dan Lebih Baik Madrasah,” ungkapnya.
Menurut Asmuni, jika dulu Riau belajar Bahasa Inggris dengan berkiblat ke Kampung- Kampung Inggris yang ada di Jawa, seperti Pare. Maka untuk beberapa tahun kedepan maka Riau harus bisa menjadi Kiblat bagi masdrasah lain di Indonesia. Hal tersebut telah terbukti pada MTsM Pekanbaru yang kerap jadi sasaran studi banding karena prestasinya di Bidang UKS di Kanca Nasional.
Sementara itu, Kepala MTsN Andalan Pekanbaru, Darusman S Pd I, M Pd dalam laporannya menyebutkan, IET merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris. Dimana program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2016 lalu dengan bekerja sama dengan Kampung Inggris di Pare, 2 instruktur untuk 43 siswa. Karena jarak yang cukup jauh, sehingga hasil kurang maksimal.
Karena tingginya animo peserta didik dan orang tua siswa, MTsN Andalan Pekanbaru berupaya mencari solusi yang akhirnya memutuskan untuk meneruskan program belajar bahasa Inggris dengan bekerja sama dengan Intensive English Training (IET) Pekanbaru yang dipimpin oleh Dr Abdul Hasan.
“Target atau tujuan kita adalah IET di MTsN Andalan Pekanbaru akan menjadi model pembelajaran Bahasa Inggris se Provinsi Riau Tahun 2020 dan sasaran jangka pendek siswa atau pesera pelatihan mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara aktif dalam jangka waktu 4 bulan dan di akhir program peserta didik mendapatkan sertifikat,” jelas Darusman seraya menyebutkan bahwa pembelajaran IET memberikan ganransi uang kembali jika pada batas waktu belajar berakhir namun siswa belum menguasai Bahasa Inggris.
Adapun waktu pembelajaran IET tiga kali seminggu, yaitu Jumat pada pukul 07- 8.30 WIB, Sabtu dari pukul 10 – 14 WIB dan Ahad dari pukul 08- 12 WIB dengan cost Rp1,5 juta per siswa batas waktu belajar maksimal 4 bulan.
“Untuk tahap I, Program IET diikuti oleh 64 orang siswa, dengan 42 kali pertemuan termasuk post tes dan out door program, program IET berhasil secara maksimal. Terbukti tadi penampilan siswa siswi kita secara keseluruhan menggunakan bahasa Inggris,” ungkapnya bangga karena memang daya tangkap usia MTs sangat tinggi. Agar singkron dengan anak didik, untuk tahap selenjutnya, program IET tidak hanya bagi siswa, tapi juga diperuntukkan untuk guru, khususnya guru non PNS yang jumlahnya mencapai 60 orang guru. (mus/anto/faj/juki)