0 menit baca 0 %

MTsN Model Kuok Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional

Ringkasan: Kampar (Humas) - Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini juga merupakan salah satu Program Madrasah Bersih, Asri dan Indah yang terus dicanangkan oleh Kan...

Kampar (Humas) - Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Hal ini juga merupakan salah satu Program Madrasah Bersih, Asri dan Indah yang terus dicanangkan oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.


Program Adiwiyata yang telah di ikuti oleh MTsN Model Kuok ini, telah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat Nasional tahun 2013. Penghargaan Adiwiyata ini langsung di serahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Prof Dr Balthasar Kambuaya, MBA dan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kepada Kepala MTsN Model Kuok H Zainal Arifin hari jum’at (20/12) di Jakarta.


Zainal mengatakan, Keberhasilan program ini tidak terlepas dari pembinaan-pembinaan yang telah dilakukan Oleh Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar (Bapak Drs H Fairus MA. Yang mana Bapak Fairus selalu memberikan dorongan dan motivasi agar MTsN Model Kuok ini bisa bersaing di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun di tingkat Nasional. Dan Bapak Fairus juga telah menarapkan program di setiap Madrasah dengan menyerbu Sampah atau Gotong Royong setiap harinya selama 10 menit sebelum masuk lokal. Peran  Badan Lingkungan Hidup Kab. Kampar dan Tim Adiwiyata Mandiri SMAN 1 Bangkinang Kota juga sangat membantu dalam mewujudkan program Adiwiyata ini.


Lebih lanjut Zainal mengatakan, Penghargaan Adiwiyata ini dinilai langsung oleh Tim Penilai Adiwiyata Nasional dan Sidang Dewan Pertimbangan Adiwiyata yang dipimpin oleh Prof Arief Rachman. Peserta yang hadir merupakan Kepala Sekolah perwakilan sekolah penerima Adiwiyata Nasional untuk tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/SMK se-Indonesia.


Program Adiwiyata ini masih merupakan bersifat volunteering belum mandatory, maka hanya sekolah-sekolah yang mempunyai visi dan misi berwawasan lingkungan yang mampu melakukannya kedalam 4 komponen pencapaian Program Adiwiyata yaitu: (1) Kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan; (2) Pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan; (3) Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif; serta (4) Pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan, Jelas Zainal.

Keempat komponen pencapaian dalam pembinaan program adiwiyata, setiap tahunnya dievaluasi dalam bentuk penilaian sekolah-sekolah yang telah mengikuti program adiwiyata tersebut dan yang telah mampu melaksanakan 80% dari standar 4 komponen pencapaian yaitu nilai minimal 72 dari 80 nilai standar tersebut berhak mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional, tutup Zainal. (Ags)