Pekanbaru (Humas) – MTsN Bukitraya bervisi Terwujudnya Madrasah Unggul dan Berkarakter. Yaitu unggul dalam kualifikasi bidang akademik. Untuk mendapatkan keunggulan tersebut harus ada program khusus atau unggulan pula, misalnya bagaimana olimpiade dan ajang lainnya bisa menang di tingkat kota, provinsi, bahkan berprestasi pula di tingkat nasional.
Hal itu disampaikan Drs H Marzuki MPd di ruang kerjanya saat ditemui riau.kemenag.go.id, Kamis (21/05).
Menurut Marzuki yang didampingi Waka Kesiswaan Syafrida MPd, Waka Humas Tutik Murni MA serta Ka TU, Jamian, bahwa sebelum mencetuskan hal tersebut, Kepala MTsN Bukitraya dan beberapa guru melakukan studi banding ke MTsN Malang 1 dan 3. Dari hasil studi tersebut diperoleh sesuatu yang berharga, yaitu program mengembangkan bakat istimewa anak.
“Ternyata di Malang sudah terdapat kelas matematika, kelas bahasa Inggris, bahasa, dan biologi. Dengan adanya program tersebut, akan muncul anak-anak MTsN yang mencapai nilai 10 matematika, biologi, bahkan mengalahkan anak-anak sekolah umum,” kata Marzuki.
Lebih lanjut Marzuki membeberkan, bahwa untuk menciptakan madrasah kelas bakat istimewa tersebut dimulai: pertama dari proses mau masuk. Yaitu melalui tes bibit unggulan, yaitu melalui PSU. Kedua, untuk menentukan kelas dilakukan melalui psikotes.
“Jadi, yang merekomendasikan apakah anak tersebut masuk kelas matematika, kelas bahasa Inggris dan lain-lain tergantung dari hasil observasi nilai yang masuk tadi. Dan yang merekomendasikannya adalah psikolog yang kita undang. Orang tua murid sudah sangat setuju dengan program tersebut," lanjut Marzuki.
“Nama kelas untuk kelas matematika akan diambildari tokoh Islam, seperti Aljabar. Ada Aljabar 1, 2 dan seterusnya. Dan ruang kelasnya pun akan didisain dengan atribut matematika. Dan insya Allah yang melaunchingnya nanti adalah Pak Kakanwil sendiri bersama Kabid dan Kakan Kemenag Kota Pekanbaru,” tukas Marzuki.
Menurut Marzuki lagi, hari Sabtu dilakukan khusus pembinaan. Bidang bahasa misalnya akan dibina oleh guru MtsN Bukitraya dan dari luar, seperti bule dari Inggris atau Amerika. Hal yang sama juga untuk kelas biologi dan lain-lain, yaitu dicari pakarnya di bidang tersebut.
“Kita ke depan ingin, walaupun ini madrasah tapi jiwanya pondok pesantren. Caranya, dari awal dilakukan pembinaan karakter. Anak wajib pakai peci, wajib hapal Alquran, wajib menguasai zikir setelah shalat, mampu menyelenggarakan jenazah dan lain-lain.”
Di MTsN Bukitrya juga akan memberikan reward atau penghargaan tersendiri bagi siswa berprestasi, seperti tabungan tunai dan lain-lain.
Menurut Marzuki lagi, dalam waktu dekat MTsN Bukit Raya punya target memenangkan olimpiade tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Palembang. Selain itu juga mempersiapkan 2 siswa yang mewakili kota Pekanbaru untuk tanding tenis meja Tingkat Provinsi Riau. (ghp)