Pekanbaru (Inmas). MTsN Bukit Raya Pekanbaru saat ini menerapkan sistem belajar Pengembangan Kelas Bakat bagi siswa siswi mereka, hal ini diungkapkan oleh Kepala MTsN Bukit Raya H. Marzuki M.Pd kepada Inmas diruangnya pada Senen (23/11) seusai upacara pagi di Kampus MTsN Bukit Raya Pekanbaru.
Berawal ketika Marzuki diangkat menjadi Kepala MTsN Bukit Raya sekitar pertengahan tahun 2012 lalu, yang mana kondisi MTsN Bukit Raya saat itu masih biasa-biasa saja dengan potensi lahan dan lingkungan serta sarana prasarana yang dimiliki sangat luar biasa, kondisi tersebut memacu adrenalinnya untuk melakukan perubahan, sebagai tenaga pendidik yang telah berpengalaman mengelola MTsN Andalan pekanbaru yang telah menjadikan madrasah tersebut handal di Kota Pekanbaru dan banyak diminati masyarakat Kota Pekanbaru, untuk meningkatkan mutu/kualitas pendidikan MTsN Bukit Raya tersebut Marzuki berupaya melakukan pembenahan yang di mulai dari dalam terlebih dahulu.
Dalam rangka peningkatan kualitas tersebut, Marzuki memulai perubahan dari dalam dengan mengadakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang bertujuan untuk mencari kelemahan dan potensi madrasah, yang dibicarakan dalam EDS tersebut dititik beratkan pada 8 standar pendidikan, maka dilakukan evaluasi terhadap kinerja guru dan karyawan dan dilakukan pemetaan terhadap siswa, berdasarkan evaluasi tersebut maka dirumuskan program Unggul dan Berkarakter (UK-red) yang sampai saat ini rumusan program tersebut menjadi moto dan icon MTsN Bukit Raya, setelah itu baru dirumuskan Rencana Strategis (Renstra-red) untuk mewujudkan Madrasah Unggul dan Berkarakter, papar Marzuki.
Dirumuskanlah Program Madrasah Unggul dengan ketentuan siswa unggul di bidang akademik dengan merumuskan kelas bakat, selanjutnya kelulusan harus berkualitas, dipacu dengan keberhasilan dalam olimpiade, siswa harus berbahasa Arab/Inggris aktif yang ditunjang dengan program karakter melalui prilaku Islami, maksudnya dengan mewujudkan MTsN Bukit Raya seperti Pondok, tambah Marzuki.
Adapun pengembangan kelas bakat ini dengan cara pengelompokkan siswa berdasarkan hasil fsikotes yang dilakukan oleh lembaga independen (Fsikolog UIN Suska Riau) setelah anak dinyatakan diterima waktu pendaftaran, berdasarkan hasil tes dan rekomendasi dari fsikolog kemana kecenderungan motorik anak apakah kecendrungan penggunaan otak kiri atau otak kanan, setelah itu ditentukanlah kelas anak seperti Kelas Bakat Matematika, kelas bakat Fisika, kelas bakat Biologi, kelas Bakat Bahasa Inggris, Kelas Bakat Bahasa Arab dengan memperkenalkan tokoh/ilmuan Islam seperti Khawarizmi, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Sina dan ilmuan Muslim lainnya, disamping itu kelas dipegang oleh ahlinya seperti kelas bakat Bahasa Inggris dipegang oleh guru bahasa Inggris yang kesehariannya membiasakan anak berbahasa Inggris begitu juga Bahasa Arab/agama dan kelas bakat lainnya.
Sewaktu ditanya kapan mulai diberlakukan kelas bakat tersebut, Marzuki menjelaskan, kelas bakat ini mulai diberlakukan 2 tahun terakhir pada kelas VII dan VIII saat ini dan sudah diresmikan oleh Ka.Kankemenag Kota Pekanbaru yang diwakili Kasubbag TU H. Dahlan MA, namun untuk kelas IX kelas bakat ini tidak diberlakukan karena sewaktu mereka masuk dulu kita belum melakukan pemetaan (Fsikotes) terhadap mereka, kelas bakat tersebut juga dilengkapi dengan media pembelajaran di kelas seperti infokus dan media yang dibutuhkan kelas bakat, wali kelas sesuai dengan bidang studi dan pengembangan kelas bakat ini difokuskan pada hari Sabtu dengan guru dari dalam dan dari luar madrasah seperti Dosen UIN dan lainnya, tambah Marzuki.
Sebagai informasi, kelas bakat ini untuk di Provinsi Riau baru diberlakukan di MTsN Bukit Raya, kalau untuk Indonesia sepengetahuan kami yang baru memberlakukan kelas bakat ini adalah MTsN 3 Malang, karena beberapa waktu yang lalu antara kita dengan MTsN 3 Malang pernah beradu program pengelolaan kelas bakat, Alhamdulillah saat ini madrasah Riau sudah diperhatikan di tingkat nasional, semoga kedepan madrasah secara keseluruhan semakin berkualitas dan dijadikan lembaga pendidikan pilihan oleh masyarakat untuk mencetak generasi cerdas dan berkualitas yang berkarakter sehingga penerus bangsa ini kelak unggul dalam akademik dan berkarakter dalam kehidupan bermasyarakat, Pungkas Marzuki.(AZ)