Riau (Inmas) – Penataan tata kelola kelembagaan terus dialkukan secara maraton oleh Kemenag. Hal itu dibuktikan dengan berlangsungnya status penegrian salah satu madrasah yang di Riau tepatnya di Kabupaten Pelelawan pada Kamis (29/03). Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahamd Supardi MA beserta rombongan langsung hadir pada acara peresmian status penegrian itu di Kecamatan Pangkalan Lesung, Pelelawan.
Camat Pelelawan mengatakan H Adnan SH pendirian MTs tersebut dilaksanakan pada 27 April 2007 yang  lalu. Hal itu merupakan hasil musyawarah dan keputusan para Tokoh masyarakat dan tokoh ulama, mendirikan sekolah atau madrasah yang berbais agama Islam yang kita beri nama MTsN AL Khairat Pangkalan Lesung saat itu.
“Perjuangan yang sangat panjang dari 2007 hingga 2018 ini akhirnya membuahkan hasil manis, sesuai dengan 7 program Pemerintah Pelelawan maka guru guru waktu pada saat itu kita upayakan untuk mendapatkan honorarium rutin dari Pemda setempat”, ungkapnya. Dan hari ini alhamdulillah kita bisa menikmati perjuangan tersebut dan menyaksikan langsung peresmian penegrian Madrasah dari 6 Agustus hingga hari ini 29 Maret 2018”, kata Adnan penuh semangat.
Sementara itu Kankemenag Kab Pelelawan Drs HÂ M Rais pada kesempatan itu melaporkan bahwa Kemenag memiliki sekolah agama formak maupun non formal dibawah payung Kemenag. Tercatat 71 sekolah baik formal maupun non formal yang ada di Pelelawan dengan jumlah total siswa sebanyak 6838 orang. Dengan rincian sebanyak 23 RA, dengan total murid 1214 orang, MI sebanyak 6 buah, negeri 1 buah dengan total siswa 801 orang, MTs 23 buah dimana MTs negeri I buah, 3240 orang, 10 Aliyah belum ada yang negeri 704 orang. dan pondok 9 buah 879 orang.
Rais menegaskan penegrian madrasah ini merupakan tindak lanjut dari perjuangan dan jasa rekan rekan Kemenag sebelumnya sejak Tahun 2007, bahkan penegrian madrasah ini merupakan peran aktif lurah, camat, tokoh masyarakat setempat, dalam upaya mendukung tujuh program Kabupaten Pelelawan.
Bupati Pelelawan yang diwakili oleh Drs H Zardewan MM Â selaku Wakil Bupati Pelelawan, mengatakan madrasah Al khairat yang dinegerikan hari ini merupakan usaha dan sumbangsih besar para pendahulu yang ada di Kemenag, camat yang saat itu masih menjadi lurah, serta para bantuan para pengusaha.
Seiring makin tingginya perhatian masyarakat terhadap pendidikan agama saat ini, merupakan cambuk dan motivasi bagi para tokoh dan ulama setempat dalam mendirikan sekolah berbasis agama. Ia menilai madrasah merupakan benteng bagi generasi muda dari segala hal negatif yang makin berkembang di era cyber dan medsos sekarang. “Maka perlu bagi orang tua untuk menyekolahkan anak anak kita di madrasah atau sekolah agama lainnya”, ucapnya.
Hal senada disampaikan, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA. Ia  mengungkapkan perjuangan panjang yang sudah dimulai sejak lama perlu kita apresiasi. Mengingat Sudah bertahun tahun diperjuangkan, oleh pihak terkait. “Jika sekolah sangat mudah menegrikannya, berbeda dengan madrasah, butuh perjuangan yang tiada henti, karena ijinnya lintas sektoral, harus disetujui oleh Menpan RB, Kemenkeu, termasuk BKN karena menyangkut pegawai dan tenaga pendidik yang akan berperan pad madrasah tersebut.
“156 madrasah yang akan dinegerikan di seluruh Indonesia Tahun ini, artinya secara prinsip dalam status disetujui. Dari 156 tersebut ada 14 madrasah di Riau, sekitar 10 persen kurang sedikit, ucapnya. Dari 156 itu yang baru keluar SK nya baru 36 madrasah secara nasional, dan dari 36 itu ada 2 di Riau, 1 di Pelelawan dan 1 laginya di Kampar”, ungkap Ahmad. Hal ini pun perlu kita syukuri dan beri apresiasi yang tinggi", tandasnya.(vera/faj)